Pemerintah Iran mengumumkan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam FIFA World Cup 2026.
Keputusan ini disampaikan setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, pada Rabu melalui siaran televisi pemerintah.
Menurut Donyamali, situasi keamanan yang memburuk membuat Iran tidak mungkin mengirimkan tim nasionalnya ke turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Dengan mempertimbangkan bahwa rezim yang korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,”
kata Menteri Olahraga Ahmad Donyamali di televisi pemerintah.
Anak-anak kami tidak aman dan, pada dasarnya, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada,”
kata sang menteri.
Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memaksakan dua perang kepada kami selama delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta mensyahidkan ribuan rakyat kami,”
tambahnya.
Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebutkan bahwa lebih dari 1.300 warga sipil Iran tewas sejak serangan udara Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari.
Serangan tersebut disebut menjadi pemicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Sebagai informasi, FIFA World Cup 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Turnamen ini dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan menjadi edisi pertama dengan format baru yang melibatkan 48 tim peserta.
Sebelumnya, Iran tergabung di Grup G bersama tiga negara lain, yaitu: Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, yakni dua pertandingan di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.
Berdasarkan regulasi FIFA, tim yang mundur dari turnamen kurang dari 30 hari sebelum pertandingan pertama dapat dikenai denda minimal 250.000 franc Swiss atau sekitar 320.800 dolar AS.
Selain denda, FIFA juga memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi tambahan, seperti mengeluarkan asosiasi anggota dari kompetisi di masa mendatang atau menggantinya dengan negara lain.
Sebelumnya, Iran telah menunjuk Kino Sports Complex sebagai lokasi kamp pelatihan utama untuk turnamen tersebut.
Persiapan yang telah berlangsung sekitar 18 bulan kini berada dalam ketidakpastian, bahkan berpotensi menimbulkan dampak ekonomi bagi wilayah Arizona.
Respons FIFA dan Presiden AS
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menyatakan bahwa ia telah bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam pertemuan tersebut, Trump menyebut tim Iran tetap dipersilakan untuk mengikuti turnamen.
Namun Trump juga menyampaikan bahwa keputusan Iran untuk berpartisipasi atau tidak bukan menjadi persoalan besar baginya.
Trump sebelumnya juga mengatakan, “Saya benar-benar tidak peduli” apakah Iran ikut berpartisipasi atau tidak.

