Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa tim nasional Iran tetap akan berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026 meskipun kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah sedang memanas.
Kami ingin mereka bermain, mereka akan bermain di Piala Dunia. Tidak ada rencana B atau C atau D, rencana A adalah satu-satunya rencana,”
kata Infantino dikutip dari ESPN.
Pernyataan tersebut disampaikan Infantino saat bertemu langsung dengan skuad Iran serta pejabat federasi sepak bola Iran di Antalya, Turki.
Pertemuan ini berlangsung di sela pertandingan uji coba melawan Kosta Rika sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen.
Infantino juga menegaskan komitmen FIFA untuk terus mendukung Iran agar dapat tampil dalam kondisi terbaik.
FIFA akan terus mendukung tim untuk memastikan kondisi terbaik saat mereka bersiap menuju Piala Dunia,”
tulis Infantino dalam unggahan Instagram.
Konflik Timur Tengah Sempat Picu Keraguan
Ketegangan di Timur Tengah, termasuk konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sempat menimbulkan kekhawatiran terkait keikutsertaan Iran di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Bahkan, otoritas Iran sempat mengusulkan agar pertandingan dipindahkan ke Meksiko demi alasan keamanan.
Namun, FIFA memastikan bahwa seluruh jadwal tetap berjalan sesuai hasil undian tanpa perubahan.
Iran dijadwalkan melakoni dua pertandingan fase grup di Inglewood, California, serta satu laga lainnya di Seattle, Amerika Serikat.
Keputusan ini menegaskan bahwa turnamen akan tetap berlangsung sesuai rencana awal.
Di tengah situasi yang tidak menentu, tim Iran tetap fokus mempersiapkan diri. Salah satunya melalui laga uji coba melawan Kosta Rika yang berakhir dengan kemenangan telak 5-0.
Meski digelar tanpa penonton, pertandingan tersebut menjadi bagian penting dari kesiapan tim.
Aksi Solidaritas di Tengah Konflik
Dalam pertandingan tersebut, para pemain dan ofisial Iran juga menunjukkan empati terhadap korban konflik.
Mereka membawa simbol penghormatan, termasuk foto anak-anak yang menjadi korban serangan udara.
Sebagai salah satu tim kuat di Asia, Iran dinilai memiliki peluang besar untuk melaju ke babak gugur. Mereka tergabung dalam grup bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Keputusan FIFA ini menunjukkan bahwa sepak bola tetap menjadi ajang pemersatu di tengah dinamika geopolitik global. Fokus utama tetap pada kompetisi dan sportivitas antarnegara.

