Gempa bumi tektotnik magnitudo 7,3 di perairan Laut Maluku menyebabkan satu orang meninggal dunia inisial RL (72) di Manado pada 2, April 2026. Korban meninggal di lokasi kejadian karena tertimpa reruntuhan gedung Komite Olahraga Nasional (KONI) kota Manado.
Saat ini ada korban atas nama RL 72 tahun meninggal tertimpa reruntuhan bangunan,”
ucap Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kota Manado, Nuriyadin dikonfirmasi, Kamis, 2 April 2026.
Nuriyadin menyebutkan gempa menyebabkan dua orang mengalami luka-luka imbas tertimpa reruntuhan gedung. Saat ini baik korban jiwa maupun luka telah dievakuasi ke RS Bhayangkara.
Dia menambahkan, sejumlah gedung juga terdampak akibat gempa yang mengguncang kota Manado sejak pagi tadi. Meski demikian, masyarakat kata dia masih tetap beraktivitas seperti biasa.
Sementara itu, sejumlah masyarakat di pesisir pantai juga telah melakukan evakuasi mandiri pasca gempa mengguncang.
Masyarakat pesisir pantai di daerah Belitung sudah melakukan evakuasi mandiri terkait informasi adanya potensi tsunami,”
ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami akibat gempa bumi tektonik magnitudo 7,3 di perairan Laut Maluku, 2 April 2026.
Guncangan gempa bumi dirasakan di wilayah terdampak, yaitu di Ternate V-VI Skala MMI, Ibu V Skala MMI, Manado IV-V Skala MMI, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara III Skala MMI. Gempa Bumi ini Terekam di Pos PGA Dukono dan Ambang pada III Skala MMI, Karangetang pad III – IV Skala MMI, Tangkoko dan Mahawu pada IV – V Skala MMI.
Wilayah terdampak memiliki morfologi dataran dan berombak dengan litologi terdiri atas batuan gunung api berumur tersier hingga kuarter, batuan sedimen dan tersier hingga kuarter, serta endapan aluvium berumur Holosen.
Sementara itu, BNPB mencatat gempa tektonik magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, terjadi pada pukul 05.48 WIB, 2 April 2026.
Berdasarkan data pemutakhiran, pusat gempa berada pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.
Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah,”
kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis.




