Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menjalin kolaborasi dengan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia serta Federasi Sepak Bola Prancis guna memperkuat pembinaan sepak bola usia dini, khususnya sektor putri.
Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pemain muda Indonesia agar mampu bersaing di level internasional.
Sebagai bagian dari program tersebut, Timnas Putri Indonesia U-17 dijadwalkan menjalani Training Center (TC) di Clairefontaine National Football Centre, pusat pelatihan elite milik Prancis, pada 3–9 Mei mendatang.
Kerja sama ini bagus buat kita (Indonesia), bahwa kita bisa developing pemain muda putri kita ke level yang lebih besar,”
kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 15 April 2026.
Program Pembinaan: Dari Bandung hingga Prancis
Tak hanya TC di luar negeri, kerja sama ini juga mencakup pembinaan di dalam negeri. PSSI bersama FFF akan menggelar program pengembangan pemain usia dini di Bandung, Jawa Barat, termasuk coaching clinic bagi pelatih dan ofisial.
Para pemain yang diberangkatkan ke Prancis merupakan gabungan dari lulusan Program Hydro Plus serta skuad Timnas Putri U-17.
Selama di sana, mereka dijadwalkan menjalani enam sesi latihan serta pertandingan uji coba melawan tim akademi pilihan dari pihak FFF.
Menurut Erick Thohir, kolaborasi ini merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pesepak bola putri Indonesia.
Ia juga menyoroti peran penting Prancis dalam sejarah sepak bola dunia, termasuk sebagai lokasi awal berdirinya FIFA pada 1904 serta prestasi tim nasionalnya yang pernah menjuarai Piala Dunia.
Diplomasi Olahraga Indonesia-Prancis Semakin Kuat
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Prancis, khususnya melalui jalur diplomasi olahraga.
Erick menyebut bahwa kedua negara sama-sama mendorong pengembangan olahraga sebagai bagian dari kerja sama internasional, termasuk rencana pembangunan pusat pelatihan di Bogor yang membutuhkan dukungan dalam bidang kepelatihan dan sport science.
Apalagi kita sudah punya fokus 21 cabang olahraga yang kita petakan untuk bekerja sama, salah satunya dengan negara Prancis. Apalagi kita juga sedang bangun juga akademi pusat Latihan di Bogor yang mungkin kita juga perlu bantuan dari Prancis mengenai kepelatihan dan juga sport science,”
katanya.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menyambut baik kerja sama ini dan menyebutnya sebagai langkah awal yang sangat positif. Ia berharap kolaborasi ini dapat berkembang tidak hanya di sepak bola, tetapi juga ke cabang olahraga lainnya di masa depan.
Ini baru langkah pertama, ke depannya kami akan meningkatkannya,”
katanya.

