Persija Jakarta kembali menggelar latihan jelang pertandingan melawan Persib Bandung di Persija Training Ground, Sawangan, Depok, Kamis 7 Mei 2026.
Pada sesi latihan kali ini, pelatih Persija, Mauricio Souza, terlihat mematangkan skema penyelesaian akhir.
Seperti diketahui, dalam beberapa pertandingan terakhir, penyelesaian akhir menjadi masalah utama skuad Macan Kemayoran.
Tidak hanya fokus pada penyelesaian akhir, terdapat beberapa pemain yang menjalani latihan terpisah, salah satunya Cyrus Margono.
Penjaga gawang naturalisasi tersebut menjalani sesi latihan terpisah dari pemain lainnya.
Selain Cyrus, Mauricio Souza juga harus kehilangan salah satu penjaga gawang andalannya, Andritany Ardhiyasa.
Andritany Masuk Masa Pemulihan Cedera
Kabarnya, Andritany tidak mengikuti latihan karena mengalami cedera. Kiper berusia 34 tahun tersebut tengah menjalani masa pemulihan akibat cedera yang didapat saat pertandingan melawan Persijap Jepara akhir pekan lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Andritany mengalami benturan keras yang membuatnya harus ditarik keluar dan digantikan oleh Cyrus Margono. Sang pemain dikabarkan mengalami cedera engkel.
Persija Jalani Laga Kandang Rasa Tandang
Seperti diketahui, pertandingan antara Persija melawan Persib akan dilangsungkan di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu 10 Mei 2026.
Situasi ini membuat Persija harus menjalani laga kandang rasa tandang karena tidak bisa menggelar pertandingan di Jakarta.
Padahal, Panitia Pelaksana Persija sebelumnya telah mengajukan dua stadion sebagai venue pertandingan, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Jakarta International Stadium (JIS).
Sebelumnya, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memberikan penjelasan terkait venue pertandingan El Clasico Indonesia tersebut di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Rabu 6 Mei 2026.
Ferry Paulus menjelaskan bahwa alasan utama pemindahan pertandingan Persija melawan Persib ke Stadion Segiri adalah padatnya agenda nasional sepanjang bulan Mei.
Mungkin ini keluar daripada konteks pemberitaan dan lain-lainnya bahwa liga memiliki keinginan untuk bisa digelar di daerahnya masing-masing,”
kata Ferry saat ditemui awak media di Gedung Baintelkam, Rabu 6 Mei 2026.
Tetapi seperti teman-teman ketahui bahwa bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang tentunya dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada kewenangan atau keinginan di aspek sepak bola,”
tambahnya.
Upaya Cari Stadion di Jakarta Gagal
Sebelumnya, pihak liga telah mencoba mencari alternatif venue di Jakarta. Beberapa stadion yang menjadi opsi adalah Jakarta International Stadium (JIS) dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Karena Jakarta merupakan kota metropolitan, kami telah mencoba mencari berbagai alternatif lokasi, termasuk di sejumlah stadion lain di Pulau Jawa. Namun, situasinya dinilai belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan tersebut,”
ujar Ferry Paulus.
Sehingga, liga akhirnya memutuskan pertandingan akan digelar di Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda. Waktunya tetap sama, yaitu tanggal 10, dengan kick-off pukul 15.30,”
pungkasnya.

