Media-media besar Inggris ramai memberitakan bahwa Pep Guardiola telah memutuskan untuk meninggalkan Manchester City pada akhir musim 2025/2026.
Kabar tersebut langsung menghebohkan publik sepak bola Eropa karena Guardiola selama ini menjadi sosok penting di balik kesuksesan The Citizens dalam satu dekade terakhir.
Beberapa media ternama seperti BBC, Sky Sports, Telegraph, hingga The Athletic mulai memberitakan isu tersebut saat pertandingan Arsenal melawan Burnley berlangsung pada Selasa 19 Mei 2026 dini hari WIB.
Mendengar kabar tersebut, Legenda Manchester United, Gary Neville, mengaku sangat terkejut mendengar kabar Guardiola akan hengkang dari Manchester City.
Neville menyampaikan reaksinya ketika sedang menjadi pandit dalam siaran langsung pertandingan Arsenal vs Burnley di Sky Sports.
Saya sangat terkejut bahwa berita ini tersebar sekarang, bukan karena terjadi selama pertandingan ini, tetapi karena ini terjadi malam sebelum pertandingan Manchester City. Berita seperti ini bisa mengubah segalanya,”
kata Neville.
Menurut Neville, kabar kepergian Guardiola memiliki dampak besar seperti momen bersejarah ketika pelatih-pelatih legendaris meninggalkan klub mereka.
Saya ingat saat masih sekolah dan mendengar kabar Dalglish meninggalkan Liverpool, atau Sir Alex Ferguson meninggalkan Manchester United, atau yang lebih baru Juergen Klopp meninggalkan Liverpool. Itu adalah momen-momen besar dalam sepakbola dan ini akan menjadi sesuatu yang serupa,”
sambungnya.
Manchester City Masih Berburu Gelar Juara
Kabar ini muncul di tengah perjuangan Manchester City dalam perebutan gelar Premier League musim ini.
The Citizens saat ini masih bersaing ketat dengan Arsenal, namun tertinggal lima poin dengan hanya menyisakan dua pertandingan lagi.
Situasi tersebut membuat rumor kepergian Guardiola semakin menjadi sorotan karena bisa memengaruhi kondisi mental tim menjelang akhir musim.
Pep Guardiola masih memiliki kontrak satu tahun lagi bersama Manchester City. Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu dikabarkan siap mengakhiri perjalanannya di Etihad Stadium setelah musim ini berakhir.
Sejak datang pada 2016, Guardiola berhasil membawa Manchester City meraih banyak trofi domestik maupun internasional.
Di bawah kepemimpinannya, City menjelma menjadi salah satu klub paling dominan di sepak bola Eropa dengan gaya permainan yang khas dan konsisten.

