Kereta api merupakan moda transportasi yang digunakan untuk bepergian khususnya di pulau jawa Indonesia.
- 1. Jalur Kereta Api Bogor – Sukabumi Cianjur
- 2. Jalur Kereta api Cicalengka – Banjar
- 3. Jalur Kereta api Prupuk – Purwokerto – Kroya
- 4. Jalur Kereta api Purwakarta – Padalarang, Jawa Barat
- 5. Jalur Kereta api Pekalongan – Semarang
- 6. Jalur Kereta Api Jember – Ketapang
- 7. Jalur Kereta api Blitar – Malang – Bangil
Tidak hanya menjadi sarana transportasi, perjalanan menggunakan kereta juga bisa menjadi pengalaman wisata yang menyenangkan.
Dari hamparan sawah hijau, pegunungan, hingga pemandangan laut, beberapa rute kereta di Indonesia dikenal memiliki jalur paling indah dan ikonik.
Seperti yang kita ketahui bersama, jalur kereta api di Indonesia tak hanya menyimpan nilai sejarah yang luar biasa.
Ada banyak jalur kereta api yang menawarkan pesona pemandangan alam yanb begitu indah seperti persawahan, pegunungan, bahkan laut.
Berikut ini tujuh jalur kereta api terindah di Indonesia yang wajib dicoba para pecinta perjalanan.
1. Jalur Kereta Api Bogor – Sukabumi Cianjur
Jalur ini menjadi salah satu favorit penumpang karena menawarkan pemandangan pegunungan dan lembah sungai cisadane setelah stasiun bogor paledang. Selain itu, rute ini juga menyuguhkan pemandangan gunung salak dan gunung pangrango.
Setelah Stasiun Sukabumi, kereta akan melintasi wilayah pedesaan dengan pemandangan persawahan.
Jangan lupa untuk mengabadikan momen ketika kereta api menyusuri Terowongan Lampegan sepanjang 686 meter yang merupakan terowongan kereta api tertua di Jawa Barat dan telah beroperasi sejak tahun 1882.
Bagi yang hendak menikmati pemandangan alam jalur kereta api Bogor-Sukabumi-Cianjur, kamu dapat menggunakan KA Pangrango relasi Bogor Paledang-Sukabumi PP dengan layanan kelas Eksekutif dan Ekonomi serta KA Siliwangi relasi Sukabumi-Cipatat PP dengan layanan kelas ekonomi.
2. Jalur Kereta api Cicalengka – Banjar
Jalur kereta api terindah selanjutnya adalah perjalanan kereta yang masih berada di Jawa Barat yaitu jalur kereta api Cicalengka-Banjar yang dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) pada rentang tahun 1887 hingga 1894.
Jalur ini menghadirkan panorama alam selepas Stasiun Cicalengka, di mana jalur kereta api menanjak terjal dan meliuk-liuk hingga Stasiun Nagreg yang merupakan stasiun kereta api dengan elevasi tertinggi yang masih aktif di Indonesia yaitu 848 meter di atas permukaan laut.
Selepas Nagreg, jalur kereta api mulai sedikit menurun tetapi masih meliuk-liuk melintasi perbukitan terjal lereng Gunung Mandalawangi dengan Stasiun Lebakjero menjadi salah satu stasiun berpemandangan terindah di Indonesia.
Untuk menikmati jalur kereta api Cicalengka-Banjar, kamu dapat menggunakan sejumlah layanan kereta api yang tersedia di jalur ini yaitu KA Argo Wilis relasi Bandung-Surabaya Gubeng PP, KA Malabar relasi Bandung-Malang PP, KA Lodaya relasi Bandung-Solo Balapan PP, KA Pasundan relasi Kiara Condong-Surabaya Gubeng PP, KA Pangandaran relasi Gambir-Banjar PP, dan KA Serayu relasi Pasar Senen-Purwokerto PP.
3. Jalur Kereta api Prupuk – Purwokerto – Kroya
Jalur kereta api ini merupakan salah satu jalur utama lintas selatan Jawa dan sering dilintasi oleh kereta api relasi Jakarta-Yogyakarta PP, Jakarta-Solo PP, bahkan Jakarta-Surabaya PP.
Jalur ini didominasi dengan pemandangan gunung yaitu pegunungan pembarisan dan kaki gunung slamet. Jalur ini juga dioperasikan sebagai shortcut lintasan Jakarta-Yogyakarta-Surabaya agar tidak memutar terlalu jauh melalui Bandung.
kereta api akan melintasi banyak persawahan terasering, hutan, dan pemandangan Gunung Slamet dari kejauhan hingga Stasiun Purwokerto.
Untuk menyaksikan pemandangan indah di jalur kereta api Prupuk-Purwokerto-Kroya, kamu dapat menggunakan sejumlah layanan kereta api seperti KA Argo Lawu-KA Argo Dwipangga relasi Gambir-Solo Balapan PP, KA Argo Semeru relasi Gambir-Surabaya Gubeng PP, KA Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta PP, KA Purwojaya relasi Gambir-Cilacap PP, KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasar Senen-Surabaya Gubeng PP, dan KA Sawunggalih relasi Pasar Senen-Kutoarjo PP.
4. Jalur Kereta api Purwakarta – Padalarang, Jawa Barat
Rute ini dikenal sebagai salah satu jalur kereta paling legendaris di Indonesia. Telah dioperasikan sejak 2 mei 1906 oleh Staatsspoorwegen (SS), Jalur kereta api ini menjadi primadona sejak zaman kolonial Belanda karena menghubungkan dua kota besar di Jawa yaitu Jakarta dan Bandung dengan lebih singkat.
Di jalur ini, kereta akan melintasi jembatan tinggi dan perbukitan hijau yang memukau. Selepas Stasiun Purwakarta, kereta api akan mulai menanjak dan menikung meliuk-liuk punggungan bukit.
Salah satu daya tarik utama jalur ini adalah pemandangan Waduk Jatiluhur yang dapat terlihat dari kejauhan. Selanjutnya, jalur kereta api akan banyak melintasi persawahan hijau terasering yang memanjakan mata.
Untuk menikmati jalur kereta api Purwakarta-Padalarang, kamu bisa menggunakan sejumlah layanan KA seperti KA Parahyangan relasi Gambir-Bandung PP, KA Ciremai relasi Bandung-Semarang Tawang PP, KA Harina relasi Bandung-Surabaya Pasar Turi PP, KA Papandayan relasi Gambir-Garut PP, dan KA Pangandaran relasi Gambir-Banjar PP.
5. Jalur Kereta api Pekalongan – Semarang
Jalur kereta api ini memiliki pemandangan yang cukup beragam mulai dari panorama perkebunan, persawahan, pedesaan, kota, hutan, hingga tepi laut utara Jawa yang menjadi bintang utama jalur ini.
Jalur ini terdapat stasiun Plabuan yang menjadi satu-satunya stasiun kereta api di tepi laut di Indonesia yang masih aktif. Jalur di sekitaran Stasiun Plabuan sering dijadikan spot foto oleh para railfans dalam berburu kereta api.
Untuk menikmati pemandangan di jalur kereta api Pekalongan-Semarang, kamu bisa menggunakan sejumlah layanan kereta api seperti KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi PP, KA Argo Sindoro-Argo Muria-Argo Merbabu relasi Gambir-Semarang Tawang PP, KA Gunungjati relasi Gambir-Semarang Tawang PP, KA Sembrani relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi PP, KA Harina relasi Bandung-Surabaya Pasar Turi PP, dan KA Kaligung relasi Semarang Poncol-Tegal PP.
6. Jalur Kereta Api Jember – Ketapang
Jalur ini menghubungkan wilayah jember hingga ujung timur jawa yaitu Banyuwangi. Jalur kereta api Jember-Ketapang juga didominasi oleh pegunungan dan dataran tinggi. Jalur akan mulai meliuk-liuk melintas perbukitan antara Stasiun Kotok-Kalisat-Ledokombo-Sempolan.
Untuk menikmati jalur kereta api Jember-Ketapang, kamu dapat menggunakan sejumlah layanan KA yaitu KA Blambangan Ekspress relasi Pasar Senen-Ketapang PP, KA Wijaya Kusuma relasi Cilacap-Ketapang PP, KA Logawa relasi Purwokerto-Ketapang PP, KA Mutiara Timur relasi Surabaya-Ketapang PP, dan KA Ijen Ekspres relasi Malang-Ketapang PP.
7. Jalur Kereta api Blitar – Malang – Bangil
Jalur yang dikenal dengan sebutan jalur kantong dengan segmen utama Kertosono-Bangil ini karena bentuknya di peta yang menyerupai sebuah kantong. Jalur ini juga sering dilintasi oleh kereta api rute Jakarta-Malang, Jakarta-Blitar, Malang-Surabaya, dan Malang-Ketapang.
Memasuki wilayah malang, penumpang akan disuguhkan pemandangan gunung-gunung di daerah malang seperti Gunung Kawi, Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Welirang, dan Gunung Arjuno. Selain itu, kita akan disuguhkan pemandangan Kota Malang dengan kampung warna-warni jelang Stasiun Malang.
Untuk menikmati pemandangan alam di jalur kereta api Blitar-Malang-Bangil, kamu dapat menggunakan sejumlah layanan kereta api seperti KA Jayabaya relasi Pasar Senen-Malang PP, KA Gajayana relasi Gambir-Malang PP, KA Majapahit relasi Pasar Senen-Malang PP, KA Malabar relasi Bandung-Malang PP, KA Arjuno relasi Malang-Surabaya Gubeng PP, dan KA Penataran relasi Surabaya Kota-Blitar PP.
Perjalanan menggunakan kereta api kini semakin diminati karena dianggap nyaman sekaligus menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Banyak penumpang sengaja memilih perjalanan siang hari agar dapat menikmati panorama alam sepanjang rute.
Selain lebih hemat, perjalanan kereta juga memberikan kesempatan untuk menikmati keindahan Indonesia dari sudut pandang berbeda yang tidak selalu bisa ditemukan saat bepergian menggunakan kendaraan lain.


