Kehadiran orang tua dalam hidup seseorang tentu memiliki peran besar. Dari sejak kecil hingga tumbuh dewasa, ada banyak pengorbanan, perhatian, dan kasih sayang yang diberikan tanpa pamrih.
Karena itu, ketika ayah atau ibu telah meninggal dunia, anak tetap dianjurkan untuk terus mengirimkan doa sebagai bentuk bakti dan rasa sayang. Dalam ajaran Islam, doa anak saleh dipercaya menjadi salah satu amalan yang tidak terputus bagi orang tua yang telah wafat.
Doa tersebut bisa dipanjatkan kapan saja, baik setelah salat, saat berziarah kubur, maupun di waktu-waktu mustajab lainnya. Berikut beberapa doa untuk orang tua yang sudah meninggal lengkap dengan tulisan Arab dan latin.
Doa Memohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua
Doa ini cukup populer dan sering dibaca setelah salat maupun saat berziarah kubur sebagai bentuk bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya.
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.
Doa untuk Kaum Muslimin dan Orang-Orang yang Berjasa
Doa ini biasa dibaca untuk mendoakan kaum Muslimin secara umum, termasuk keluarga, guru, dan orang-orang yang berjasa dalam kehidupan.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddātinā, wa asātidzatinā, wa mu‘allimīnā, wa liman ahsana ilainā, wa li ashhābil huqūqi ‘alaynā.
Doa Memohon Rahmat dan Syafaat bagi Ahli Kubur
Doa ini berisi permohonan rahmat dan ampunan bagi umat Islam yang telah meninggal dunia.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa‘fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā‘ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadur rasūlullāh.
Penutup Doa
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ
Rabbanā ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘ammā yashifūn, wa salāmun ‘alal mursalīn, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallam, wal hamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Al-Fātihah.
Mendoakan orang tua yang telah meninggal menjadi salah satu bentuk cinta dan bakti yang tetap bisa dilakukan seorang anak. Doa-doa tersebut dapat dibaca setelah salat, saat ziarah kubur, maupun di waktu-waktu mustajab lainnya.


