Menjelang Idul Adha, umat islam dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini dikerjakan pada awal bulan Zulhijah. Selain dipercaya membaca pahala, puasa ini juga memiliki keutamaan besar bagi umat muslim.
Pemerintah melalui Kementrian Agama telah menetapkan tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Itu berarti amalan sunah mendekati Idul Adha juga sudah mulai dipersiapkan untuk dilaksanakan.
Karena waktu puasa tarwiyah dan arahan hanya berlangsung satu hari saja, maka perlu diketahui jadwal serta bacaan niat puasanya agar tidak terlewat. Berikut adalah penjelasannya.
Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap 8 Zulhijah atau bertepatan dengan hari Tarwiyah. Tarwiyah sendiri berasal dari kata dalam Bahasa Arab yang artinya membawa air atau merenung. Hal ini berkaitan dengan agenda berhaji pada masa dahulu yaitu mengumpukan air untuk perjalanan ke Padang Arafah.
Melansir dari laman NU Online, disampaikan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari yaitu:
وَالَّذِي يَظْهَرُ أَنَّ السَّبَبَ فِي امْتِيَازِ عَشْرِ ذِي الحِجَّةِ لِمَكَانِ اجْتِمَاعِ أُمَّهَاتِ العِبَادَةِ فِيهِ، وَهِيَ الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالحَجُّ، وَلَا يَتَأَتَّى ذَلِكَ فِي غَيْرِهِ.
Artinya: “Dan yang tampak (jelas) bahwa sebab keistimewaan sepuluh hari pertama tersebut disebabkan pada hari itu terkumpul ibadah-ibadah utama, yaitu salat, puasa, sedekah, dan haji. Sesuatu yang tidak ditemukan di bulan (waktu) selainnya.”
Diambil dari kitab oleh Ibnu Hajar, Fathul Bari, [Mesir, Darul Kitab Salafiyah, Tahun 2010 M], juz 2, halaman 459.
Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dikerjakan persis di tanggal 9 Zulhijah. Waktu ini bertepatan dengan momen puncak ibadah haji yaitu seluruh jemaah sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
Puasa ini sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji, karena memiliki keutaman yang yang sangat besar. Adapun keutamannya tercantum dalam hadis berikut:
صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً
Artinya: “Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah).”
Teknis pelaksanaan kedua puasa sunah ini yaitu sama seperti puasa lainnya. Hanya saja niatnya dikhususkan untuk puasa sunah Tarwiyah dan Arafah. Maka itu, untuk menjadikan puasa sunah ini mendapat keutamaan seperti puasa Tarwiyah dan Arafah, berikut niat yang harus dilafazkan.
Niat Puasa Tarwiyah
Dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah atau persisnya di tanggal 25 Mei 2026.
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Arafah
Dilakukan pada tanggal 9 Zulhijah atau persisnya di tanggal 26 Mei 2026
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”
Niat Siang Hari, Bagi yang Terlupa Malam Harinya
Adapun bagi beberapa orang yang lupa melakukan niat puasa pada malam harinya, maka masih dibolehkan melakukan niat di siang hari dari pagi sampai sebelum tergelincirnya matahari atau waktu zuhur. Selama dari waktu sahur belum melakukan hal yang membatalkan puasa, maka puasanya masih bisa dilanjutkan.
Berikut adalah niat puasa Tarwiyah dan Arafah bagi yang malamnya terlupa belum berniat.
Niat Puasa Tarwiyah Siang Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Arafah Siang Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’ala.”
Itulah ketentuan, keutamaan, niat dan jadwal puasa sunah Tarwiyah dan Arafah. Sebagai umat muslim, menjalankan puasa sunah bukan hanya untuk menahan lapar dan haus, tapia da keutamaan yang lebih besar di sana.
Dengan mengetahui bacaan niat dan jadwal yang benar, diharapkan bisa melaksanakan kedua puasa sunah ini dengan baik siap. Tentunya juga puasa sunah ini diharapkan bisa mendatangkan keberkahan bagi yang menajalkannya.

