Bahasa Indonesia memiliki banyak gaya bahasa yang membuat sebuah kalimat menjadi lebih hidup dan menarik. Salah satu majas yang paling sering digunakan dalam karya sastra maupun percakapan sehari-hari adalah majas metafora. Majas ini kerap dipakai untuk menyampaikan makna secara kiasan sehingga kalimat terdengar lebih indah dan memiliki kesan mendalam.
Pengertian Majas Metafora
Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu hal dengan hal lain secara langsung tanpa menggunakan kata penghubung seperti “seperti”, “bagai”, “laksana”, atau “ibarat”. Perbandingan tersebut bersifat kiasan untuk memperkuat makna tertentu.
Metafora biasanya digunakan dalam puisi, cerpen, novel, pidato, hingga caption media sosial karena mampu memberikan efek emosional dan imajinatif kepada pembaca.
Contoh sederhana:
“Dia adalah bintang kelas.”
Kata ‘bintang’ bukan berarti benda langit yang sebenarnya, melainkan menggambarkan seseorang yang paling menonjol atau berprestasi di kelas.
Ciri-Ciri Majas Metafora
Agar lebih mudah mengenali majas metafora, berikut beberapa ciri-cirinya:
1. Digunakan untuk membandingkan dua hal
2. Diungkapkan secara langsung dan tidak memakai kata pembanding seperti “bagai” atau “seperti”.
3. Mengandung makna kiasan.
4. Seringkali tidak menggunakan konjungsi atau kata penghubung
5. Sering digunakan dalam karya sastra dan komunikasi sehari-hari.
Jenis-Jenis Majas Metafora
1. Metafora Eksplisit (In Praesentia)
Metafora yang menyebutkan perbandingan secara jelas dalam kalimat.
Contoh:
“Rina adalah tulang punggung keluarga.”
“Pemuda itu kutu buku.”
2. Metafora Implisit (In Absentia)
Metafora yang makna perbandingannya tersirat dan tidak disebutkan secara langsung.
Contoh:
“Ia tenggelam dalam kesedihan.”
“Pikirannya dipenuhi awan gelap.”
Contoh Majas MetaforaBeserta Maknanya
Berikut beberapa contoh majas metafora beserta maknanya:
1. Soleil Zephora Ghazali adalah Buah hati dari Alyssa Daguise dan Al Ghazali
Arti: Buah hati artinya anak
2. Mayor Teddy merupakan Tangan Kanan Pak Prabowo
Arti: tangan kanan artinya orang kepercayaan.
3. Seorang nenek hidup sebatang kara di gubuk tua itu.
Arti: sebatang kara artinya hidup sendirian, tidak memiliki sanak keluarga.
4. Anak itu sangat Kepala batu, sehingga teman-teman nya menjauhinya.
Arti: kepala batu artinya: keras kepala, tidak bisa diberi tahu, tidak mau mendengarkan.
5. Budi menjadi tulang punggung keluarganya sejak ayahnya tiada.
Arti: tulang punggung artinya orang yang berjuang menafkahi keluarga
6. Jemaah haji membawa buah tangan untuk keluarganya dari Mekkah.
Arti: buah tangan artinya oleh-oleh
7. Mahasiswa itu hobi cari muka di depan dosen.
Arti: cari muka artinya: berbuat sesuatu dengan maksud supaya mendapat pujian atau sanjungan.
8. Banyak perusahaan yang gulung tikar akibat pandemi.
Arti: gulung tikar artinya bangkrut
9. Film pesta babi masih menjadi buah bibir masyarakat Indonesia hingga saat ini.
Arti: buah bibir artinya hal atau topik yang banyak dibicarakan orang-orang.
10. Bos itu sampai naik pitam karena berkali-kali memergoki karyawannya bolos kerja tanpa alasan.
Arti: Naik pitam artinya menjadi marah sekali, menjadi panas hati, menjadi pusing, menjadi pening, menjadi emosi.
11. Vero menghadapi permasalahan dikantornya dengan kepala dingin.
Arti: Kepala dingin artinya bersikap sabar dan tenang.
12. Rani tinggi hati semenjak dirinya menjadi CEO perusahaan terkenal.
Arti: Tinggi hati artinya sombong.
13. Jokowi kembali ke solo dan meninggalkan Jakarta dengan berat hati.
Arti: Berat hati artinya secara terpaksa, melakukan sesuatu dengan enggan, tidak rela, tidak ikhlas.
14. Kasus yang sudah diselidiki selama dua bulan itu akhirnya dibawa ke meja hijau.
Arti: Meja hijau artinya pengadilan.
15. Lagu-lagu Hindia sedang naik daun lantaran disukai anak-anak muda.
Arti: Naik daun artinya selalu menang atau selalu mendatangkan untung, terkenal, mendapat nasib baik.
16. Cukup sudah dengan segala perbuatanmu yang membuatku naik darah!
Arti: Naik darah artinya marah.
17. Jangan percaya omongannya, dia bermuka dua!
Arti: Bermuka dua artinya munafik (lain kata di mulut, lain kata di hati).
18. Tidak ada anak yang berotak udang. Kamu hanya belum mengetahui bakatmu di bidang apa saja.
Arti: otak udang artinya bodoh
19. Tidak mudah untuk mencari belahan jiwa, walau satu saja.
Arti: belahan jiwa artinya Kekasih, orang yang memiliki prinsip atau nilai dengan orang lain.
20. Orang yang tebal muka, seperti dia, peraturan seperti apapun pasti dilawan.
Arti: tebal muka artinya orang yang tidak punya malu.
21. Ibu-ibu di kampung itu suka menyebarkan kabar burung kepada warga sekitar.
Arti: Kabar burung artinya rumor, gosip, atau berita yang belum tentu benar.
22. Jangan berkecil hati karena gagal, setidaknya kamu sudah pernah mencoba.
Arti: Kecil hati artinya agak marah, tersinggung, hilang keberanian, takut, tawar hatinya, atau kecewa.
23. Tidak ada seorang pun yang ingin menjadi sampah masyarakat di dunia ini.
Arti: Sampah masyarakat artinya orang yang hanya memberikan kontribusi negatif kepada masyarakat.
24. Sejak berpacaran dengannya, aku selalu makan hati!
Arti: Makan hati artinya menderita, sedih, susah hati, atau mendongkol.
25. Sang istri akhirnya angkat kaki dari rumah karena tidak tahan dengan suaminya yang abusif.
Arti: Angkat kaki artinya pergi meninggalkan suatu tempat.
26. Adikku dikenal sebagai kutu buku karena suka menghabiskan waktu di perpustakaan.
Arti: kutu buku artinya orang yang sangat gemar membaca.
27. Indah selalu jadi bintang kelas saat pembagian rapor.
Arti: bintang kelas artinya siswa berprestasi
28. Bulan pertama menjadi anak bawang di kantor sangat berat.
Arti: Anak bawang artinya anak baru.
29. Kita harus berlapang dada menerima kekalahan ini.
Arti: Berlapang dada artinya menerima apa adanya dengan ikhlas.
30. Orang yang bertanggung jawab tidak sepantasnya berpangku tangan.
Arti: Berpangku tangan artinya tidak mau ikut campur.
31. Nadya adalah orang yang murah hati.
Arti: murah hati artinya suka memberi.
32. Banyak pejabat yang gelap mata semenjak menjabat.
Arti: gelap mata artinya hilang kendali atau bertindak nekat tanpa memikirkan resikonya.
33. Tidak disangka, ternyata dia panjang tangan.
Arti: panjang tangan artinya suka mencuri.
34.Mereka tumbuh dengan membenci ayahnya yang suka main tangan kepada seluruh anggota keluarga.
Arti: Main tangan artinya suka memukul atau menyakiti orang lain secara fisik menggunakan tangan.
35. Hutan Kalimantan habis dilahap si jago merah pada tahun 2023.
Arti: si jago merah artinya api
Fungsi Majas Metafora
Penggunaan metafora memiliki beberapa fungsi penting dalam bahasa, di antaranya:
1. Memperindah Bahasa
Metafora membuat tulisan atau ucapan menjadi lebih menarik dan tidak monoton.
2. Memperkuat Makna
Pesan yang disampaikan terasa lebih kuat dan emosional.
3. Menimbulkan Imajinasi
Pembaca dapat membayangkan situasi yang dijelaskan secara lebih jelas.
4. Membuat Kalimat Lebih Singkat
Makna yang panjang bisa disampaikan secara ringkas melalui ungkapan metaforis.

