Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, tidak berniat mengganggu kebijakan kementerian lain, saat ia mendatangi sejumlah Kementerian Lembaga (K/L) akhir-akhir ini. Kedatangannya hanya untuk memastikan anggaran bisa diserap maksimal oleh K/L.
Purbaya mengatakan, anggaran yang sudah dialokasikan oleh Kemenkeu harus bisa digunakan secara maksimal supaya bisa berdampak ke perekonomian dan masyarakat.
Ketika saya datang ke kementerian-kementerian untuk menanyakan penyerapan APBN mereka, bukan untuk mengganggu kebijakan masing-masing kementerian. Tapi untuk memastikan bahwa uang yang kita alokasikan dipakai semaksimal mungkin, dan berdampak semaksimal mungkin juga untuk ekonomi dan kehidupan masyarakat,” ujar Purbaya dalam Upacara Bendera Hari Pemuda dan Hari Oeang di Jakarta, dikutip Jumat (31/10/2025).
Sejumlah K/L yang sudah disambangi Purbaya diantaranya Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Adapun Purbaya sendiri beberapa kali telah menyatakan, akan menarik anggaran K/L bila tidak terserap maksimal pada akhir Oktober ini.
Misalnya saja, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah diultimatum Purbaya untuk bisa menyerap anggaran secara maksimal.
Kalau nanti akhir Oktober saya bisa prediksi berapa penyerapannya, kalau kurang kita ambil uangnya. Kalau lebih, kita tambah,” kata Purbaya di Jakarta dikutip Senin (6/10/2025).
Namun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan mengembalikan anggaran sebesar Rp70 triliun karena tidak bisa menyerap pada tahun ini.
Selain itu, dalam kunjungan Purbaya ke PKP juga sudah mengingatkan agar anggaran bisa diserap secara maksimal. Dia juga mengancam akan menarik anggaran bila tidak bisa terserap secara optimal.
Saya ingin lihat akhir bulan seperti apa. Nanti kalau bagus, ya kita nggak pindahin uangnya, tapi kalau ada masalah ya kita pindahin tempat lain dulu,” katanya.

