Sejak Jumat 31 Oktober 2025 lalu, terjadi gangguan air bersih dari PAM Jaya di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Hal itu berimbas terhadap 53 kelurahan mengalami penghentian sementara aliran air bersih tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihak PAM Jaya sudah memberikan laporan terkait masalah tersebut. Persoalan air bersih dari PAM Jaya mati, hal tersebut akan terjadi selama 5-6 hari.
Karena ada persoalan maintenance dan perawatan dan juga ada persoalan listrik yang terjadi di tempat itu,”
Pramono saat ditemui media di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Pramono mengatakan pihaknya melalui PAM Jaya telah menyiapkan tangki air yang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Ini sudah diumumkan sebelumnya, dengan demikian hal lain seperti ini tentunya memang terjadi karena adanya perbaikan,” tandasnya.
Pramono .
53 Kelurahan Terdampak Meliputi:
Jakarta Pusat: Kampung Rawa, Pasar Baru, Gunung Sahari Selatan, Harapan Mulya, Kebon Kosong, Sumur Batu, Kemayoran, Serdang, Gunung Sahari Utara, Utan Panjang, Cempaka Baru, Galur, Johar Baru, Tanah Tinggi, Bungur, Kenari, Kramat, Kwitang, dan Senen, Paseban.
Jakarta Timur: Cipinang, Jati, Pulogadung, Jatinegara Kaum, Cipinang Besar Selatan, Pisangan Timur, Rawamangun, Kayu Manis, Kebon Manggis, Pal Meriam, Bali Mester, Kayu Putih, Cakung Barat, Cakung Timur, Jatinegara, Penggilingan, Rawa Terate, Ujung Menteng, dan Cipinang Muara.
Jakarta Utara: Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading Barat, Pegangsaan Dua, Rorotan, Kebon Bawang, Koja Utara, Koja Selatan, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Sunter Jaya, Pademangan Timur, Papanggo, Lagoa, dan Warakas.

