Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 9 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonom Ingatkan Risiko Moral Hazard Usai Purbaya Tambah Dana Rp76 Triliun
Ekonomi Bisnis

Ekonom Ingatkan Risiko Moral Hazard Usai Purbaya Tambah Dana Rp76 Triliun

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: November 18, 2025 6:04 pm
Anisa Aulia
Ivan
Share
Ilustrasi, Peredaran uang tumbuh tinggi pada September 2025
ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
SHARE

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kembali mendapatkan tambahan dana pemerintah dengan total Rp76 triliun.

Artinya total dana penempatan pemerintah di perbankan saat ini mencapai Rp276 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menilai, penambahan dana pemerintah memang akan memperkuat likuiditas, dan menurunkan biaya dana perbankan. Namun ia mengingatkan, sejumlah risiko atas kebijakan tersebut.

Salah satu yang disorot Yusuf terkait tentang realisasi penyaluran kredit pada tahap pertama yang baru mencapai 84 persen atau Rp167,6 triliun, dari total Rp200 triliun.

Menurutnya, dari realisasi itu belum ada jaminan bahwa kualitas kredit yang disalurkan sehat, dan tidak menimbulkan kredit macet alias NPL.

Penyerapan tahap sebelumnya yang mencapai 84–85 persen sering dianggap bukti keberhasilan, padahal belum ada jaminan bahwa kualitas kredit yang disalurkan benar-benar sehat. Dana murah selalu membawa risiko moral hazard, dan potensi kenaikan NPL baru akan terlihat beberapa bulan ke depan,”

Yusuf kepada Owrite Selasa (18/11/2025).

Meski inflasi saat ini terbilang terkendali, Yusuf menilai ekspansi likuiditas dalam jumlah besar tetap berisiko dan akan membuat bank bergantung pada dana pemerintah, alih-alih memperkuat penghimpunan dana masyarakat.

Ekspansi likuiditas sebesar ini tetap berisiko menciptakan distorsi harga aset dan mendorong ketergantungan bank pada dana pemerintah, bukannya memperkuat penghimpunan dana masyarakat,”

Yusuf.

Di samping itu kata Yusuf, pemerintah juga menanggung opportunity cost fiskal saat memindahkan dana dari Bank Indonesia ke bank komersial dengan imbal hasil lebih rendah.

Sementara dampaknya pada penerimaan pajak belum tentu sepadan. Konsentrasi dana pada Himbara pun meningkatkan sensitivitas sistem keuangan bila kualitas kredit memburuk,”

Yusuf.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan bahwa pemerintah menambah dana penempatan ke sejumlah bank pemerintah dan satu bank daerah sejak 10 November 2025. Tambahan dana itu sebesar Rp76 triliun.

Sehingga sektor riilnya juga bergerak, di mana kredit yang disalurkan oleh sektor keuangan, sektor perbankan itu bisa lebih cepat, didukung dengan cost of fund yang lebih rendah,”

Febrio dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI, Senin (17/11/2025).

Adapun tambahan dana penempatan pemerintah sebesar Rp76 triliun diberikan untuk Bank Mandiri sebesar Rp25 triliun, Bank BRI Rp25 triliun, dan BNI senilai Rp25 triliun.

Sedangkan satu bank daerah itu adalah Bank Pemerintah Daerah (BPD) Jakarta sebesar Rp1 triliun.

Tag:HimbaraMoral HazardPurbaya
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi petugas memadamkan kebakaran bangunan.
Megapolitan

Kebakaran Misterius Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh, Ini Fakta-fakta yang Terungkap

Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh meninggal dunia dalam insiden kebakaran rumahnya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Mei 2026. Kejadian tersebut telah ditangani oleh…

By
Rahmat
Dusep
2 Min Read
Penampakan Gambar kebocoran minyak di Iran. (Sumber: X @Truth_InMedia)
Internasional

Heboh! Citra Satelit Ungkap Dugaan Kebocoran Minyak Raksasa di Iran

Tumpahan minyak besar-besaran terlihat di dekat Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama negara itu. Kejadian ini terungkap dari citra satelit yang menunjukkan dugaan kebocoran yang menyebar di perairan Teluk, menurut…

By
Iren Natania
Dusep
3 Min Read
Ketua KPK Setyo Budiyanto. (Foto: OWRITE/Rahmat Baihaqi)
Nasional

KPK Telusuri Potensi Korupsi Program Sekolah Rakyat, Pengadaan Jadi Titik Rawan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan pengawasan menyeluruh dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) jadi faktor penting guna pelaksanaan program Sekolah Rakyat.  Ketua…

By
Rahmat
Dusep
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Presiden Komisari AKR Soegiarto Adikoesoemo. (Sumber: Dok. AKR)
Ekonomi Bisnis

Dikelola Konglomerat Energi Indonesia, Ini Profil Pemilik SPBU BP-AKR

Salah satu pesaing Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero),…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
6 jam lalu
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
Ekonomi Bisnis

Celios Sebut Prabowo Gaya-gayaan Ala Startup, Pajak Rakyat Habis ‘Dibakar’ buat MBG

Kebijakan belanja masif pada awal tahun 2026 melalui program Makan Bergizi Gratis…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
7 jam lalu
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira.
Ekonomi Bisnis

Celios Sentil Anggaran Habis ke MBG, Swasta Butuh Nafas Jangan Negara Terlalu Dominan

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
8 jam lalu
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Bhima: Jangan Senang Dulu, Ada Risiko Kurva Terbalik!

Rilis data pemerintah soal pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang mencapai…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up