Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 6 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • longsor
  • Bola
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonom Ingatkan Risiko Moral Hazard Usai Purbaya Tambah Dana Rp76 Triliun
Ekonomi Bisnis

Ekonom Ingatkan Risiko Moral Hazard Usai Purbaya Tambah Dana Rp76 Triliun

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: November 18, 2025 6:04 pm
Anisa Aulia
Ivan
Share
Ilustrasi, Peredaran uang tumbuh tinggi pada September 2025
ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
SHARE

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kembali mendapatkan tambahan dana pemerintah dengan total Rp76 triliun.

Artinya total dana penempatan pemerintah di perbankan saat ini mencapai Rp276 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menilai, penambahan dana pemerintah memang akan memperkuat likuiditas, dan menurunkan biaya dana perbankan. Namun ia mengingatkan, sejumlah risiko atas kebijakan tersebut.

Salah satu yang disorot Yusuf terkait tentang realisasi penyaluran kredit pada tahap pertama yang baru mencapai 84 persen atau Rp167,6 triliun, dari total Rp200 triliun.

Menurutnya, dari realisasi itu belum ada jaminan bahwa kualitas kredit yang disalurkan sehat, dan tidak menimbulkan kredit macet alias NPL.

Penyerapan tahap sebelumnya yang mencapai 84–85 persen sering dianggap bukti keberhasilan, padahal belum ada jaminan bahwa kualitas kredit yang disalurkan benar-benar sehat. Dana murah selalu membawa risiko moral hazard, dan potensi kenaikan NPL baru akan terlihat beberapa bulan ke depan,”

Yusuf kepada Owrite Selasa (18/11/2025).

Meski inflasi saat ini terbilang terkendali, Yusuf menilai ekspansi likuiditas dalam jumlah besar tetap berisiko dan akan membuat bank bergantung pada dana pemerintah, alih-alih memperkuat penghimpunan dana masyarakat.

Ekspansi likuiditas sebesar ini tetap berisiko menciptakan distorsi harga aset dan mendorong ketergantungan bank pada dana pemerintah, bukannya memperkuat penghimpunan dana masyarakat,”

Yusuf.

Di samping itu kata Yusuf, pemerintah juga menanggung opportunity cost fiskal saat memindahkan dana dari Bank Indonesia ke bank komersial dengan imbal hasil lebih rendah.

Sementara dampaknya pada penerimaan pajak belum tentu sepadan. Konsentrasi dana pada Himbara pun meningkatkan sensitivitas sistem keuangan bila kualitas kredit memburuk,”

Yusuf.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan bahwa pemerintah menambah dana penempatan ke sejumlah bank pemerintah dan satu bank daerah sejak 10 November 2025. Tambahan dana itu sebesar Rp76 triliun.

Sehingga sektor riilnya juga bergerak, di mana kredit yang disalurkan oleh sektor keuangan, sektor perbankan itu bisa lebih cepat, didukung dengan cost of fund yang lebih rendah,”

Febrio dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI, Senin (17/11/2025).

Adapun tambahan dana penempatan pemerintah sebesar Rp76 triliun diberikan untuk Bank Mandiri sebesar Rp25 triliun, Bank BRI Rp25 triliun, dan BNI senilai Rp25 triliun.

Sedangkan satu bank daerah itu adalah Bank Pemerintah Daerah (BPD) Jakarta sebesar Rp1 triliun.

Tag:HimbaraMoral HazardPurbaya
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
@owritedotid

BERITA TERKINI

Indeks berita
Dude Harlino
Hype

Deretan Artis Pernah Promosikan Investasi Bodong, Terbaru Dude Harlino

Belakangan, nama Dude Harlino jadi perbincangan publik setelah dikaitkan dengan gagal bayar Dana Syariah Indonesia (DSI) kepada 4.545 lender senilai Rp1,3 triliun. Suami dari Alyssa Soebandono sendiri merupakan brand ambassador…

By
Syifa Fauziah
Ivan
4 Min Read
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto .
Hukum

Lagi, Hakim di Depok Terjaring OTT KPK Terkait Kasus Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek. Kali ini targetnya adalah seorang hakim di Depok yang diduga terlibat suap. Benar (terkait suap)," ujar Wakil…

By
Rahmat
Dusep
1 Min Read
Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Pacitan, Jawa Timur. (Sumber: X/@InfoBMKG)
Nasional

Gempa Bumi Magnitudo 6,5 Goyang Pacitan, Jawa Timur

Gempa berkekuatan 6,5 magnitudo mengguncang Pacitan Jawa Timur pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026. Gempa terjadi di laut dan tidak berpotensi tsunami. Dikutip dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan…

By
Dusep
1 Min Read

BERITA LAINNYA

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Blak-blakan, Juda Agung Akui Mundur dari Kursi BI Gegara Diminta Jadi Wamenkeu

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan, alasan mundurnya dia sebagai Deputi…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
15 jam lalu
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru, Ini Arahan Prabowo ke Juda Agung

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan, arahan dari Presiden Prabowo Subianto…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
15 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Ekonomi Bisnis

Purbaya Mau Ambil Alih PNM dari Danantara, Buat Apa Ya?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana, mengambil alih salah satu lembaga keuangan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
16 jam lalu
Ilustrasi seorang anak dan ibu di Indonesia. (Sumber: Unsplash/Farel Yesha)
Ekonomi Bisnis

BPS: Jumlah Penduduk Miskin RI Capai 23,36 Juta, Kriteria Pengeluaran Rp641.443 per Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan, garis kemiskinan nasional sebesar Rp641.443 per orang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up