Kawasan Industri Modern Cikande (MCIE) di Serang, Banten, saat ini tengah menjadi sorotan setelah Kementerian Perindustrian mengungkap adanya paparan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di 24 perusahaan.
Temuan ini mencakup berbagai sektor, salah satunya adalah pabrik sepatu. Tidak sedikit masyarakat yang cemas karena merasa sudah telanjur menggunakan sepatu yang diproduksi di pabrik yang diduga terpapar radioaktif tersebut.
Epidemiolog sekaligus ahli kesehatan dari Universitas Griffith, Australia, dr Dicky Budiman, M.Sc.PH mengatakan sepatu yang diproduksi dari pabrik yang diduga tercemar radioaktif bisa mengalami transmisi ke produknya.
Jadi pabrik sepatu yang berada dalam radius paparan lingkungan industri tersebut, terdampak karena debu radioaktif, ini kan berbentuk mikro partikel, bisa menempel pada permukaan bahan mentah. Bisa kulit sintetis, kain, lem, sol karet, peralatan, atau kemasan karton sepatu di gudang produksi. Jadi saat produk dikemas dan diekspor, sebagian kecil partikel radioaktif itu ikut terbawa,”
ujar dr Dicky saat dihubungi owrite.id, Rabu (19/11/2025).
Menurut dr Dicky, potensi dampak kesehatan bagi pemakai sepatu ada dua faktor utama, yakni dosis dan jalur paparannya. Untuk paparan 110 nano sievert tidak membahayakan kesehatan pemakai, karena dosisnya masih di bawah ambang batas paparan publik internasional, yaitu 1000 micro sievert per tahun yang menurut IAEA dan ICRP.
Namun dari sisi keamanan industri dan reputasi ekspor, menurut saya ini insiden yang serius, karena menandakan kegagalan pengendalian kontaminasi radioaktif di rantai produksi,”
jelasnya.
Di sisi lain, yang paling terdampak menurut dr Dicky justru para pekerja di pabrik tersebut. Ia menyebut, paparan bisa terjadi secara eksternal, melalui kontak dengan material logam atau tanah terkontaminasi maupun internal melalui udara, air, atau makanan.
Meski efeknya tidak langsung terasa, dalam jangka panjang paparan radiasi rendah dapat meningkatkan risiko kanker dan gangguan reproduksi dalam jangka panjang,”
pungkasnya.
