Pengamat Sepak Bola, Kesit Budi Handoyo, mengatakan keputusan Erick Thohir mengganti Shin Tae-yong (STY) ke Patrick Kluivert sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia terlalu terburu-buru.
Saya termasuk salah satu orang yang dimintai pendapatnya ketika PSSI akan nge-cut STY. Jadi salah seorang eksekutif komite, anggota eksekutif komite PSSI itu berdiskusi dengan saya. Pada saat itu saya bilang, jangan.. Jangan sekarang kalau mau memecat STY,”
ujar Kesit kepada owrite, Minggu, 23 November 2025. baru-baru ini.
Alasannya, menurut Kesit karena pada saat itu Indonesia sedang tidak dalam pertandingan. Apalagi Indonesia kala itu menang saat melawan Arab Saudi dengan skor 2 – 0 di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Artinya posisi timnas saat itu sedang tidak dalam harus menggati pelatih. Jadi saya pikir, kenapa nggak nunggu lawan Australia aja. Tapi ya sudah lah karena itu sudah merupakan keputusan dari PSSI memang harus diganti, ya sudah,”
katanya.
Sementara itu, pengamat sepak bola yang juga Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali, menceritakan kisah di balik tentang pemecatan STY. Ia mengaku, banyak hal-hal non teknis di balik layar yang publik tidak banyak tahu.
Cuma permasalahannya PSSI terlalu pandai menutupi bangkai yang ada di dalam. STY kenapa akhirnya dipecat? Orang cuma tahu STY melatih tapi nggak tahu di balik layar ada keributan antara STY dengan pemain, ada perbedaan pendapat. Bahkan ada pemain yang bilang, pilih mana gue atau STY,”
jelas Akmal.
Akmal menambahkan, hal tersebut membuat Erick Thohir sebagai ketua PSSI menjadi bingung, antara memilih STY atau pemain Diaspora.
Jadi kalau bahas pengambilan keputusannya, Erick Thohir dihadapkan pada dua masalah sulit. Memilih STY seorang diri atau diaspora yang ada sekitar 7-12 pemain. Maka STY yang kemudian dikorbankan untuk diganti, karena untuk mengamankan para pemain Diaspora ini agar tetap main,”
tuturnya.
Pada akhirnya, Erick Thohir mengambil keputusan mengganti dengan Patrich Kluivert dalam waktu yang hampir berdekatan antara Piala AFF dengan hadirnya Patrick. Hal itu yang membuat banyak orang kaget.
Nah itu lah yang terjadi sepanjang sejarah sepak bola Indonesia. Bahwa memang yang paling merepotkan ini kisruh perjalanan STY. Kita kritisi ini yang paling berat adalah STY, seperti di drama-drama Korea. Sehingga kemudian ceritanya menjadi sangat panjang sampai saat ini,”
tandasnya.

