Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, mengungkapkan kekagumannya terhadap atmosfer megah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Kunjungan perdananya ke stadion terbesar di Indonesia itu terjadi saat PSIM menghadapi Persija Jakarta pada Jumat 28 November 2025. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi pelatih asal Belanda tersebut.
Van Gastel yang sebelumnya pernah menjadi asisten pelatih di klub sebesar Besiktas dan Feyenoord, mengakui bahwa atmosfer SUGBK memiliki daya tarik tersendiri yang tidak kalah dengan stadion elite Eropa.
Saya menikmati suasana pertandingan ini. Suporternya luar biasa dan atmosfernya sangat hebat. Jika dibandingkan dengan klub tempat saya bekerja sebelumnya, saya bisa bilang saya menyukai suasana meriah di sini,”
ujar Van Gastel setelah pertandingan.
Debut Pahit Tapi Berkesan
Meski terpukau oleh atmosfer pertandingan, debut Van Gastel di SUGBK harus ditutup dengan hasil yang kurang memuaskan. PSIM takluk 0-2 dari Persija Jakarta melalui gol Maxwell De Souza (77’) dan Allano (95’).
Namun demikian, Van Gastel tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya, khususnya sang kiper Fikri yang tampil cukup solid di tengah tekanan besar.
Saya menikmati suasana di sini. Saya juga mengapresiasi Fikri yang tampil dalam pertandingan sebesar ini melawan Persija,”
tambahnya.
Tertahan di Peringkat Empat
Kekalahan tersebut membuat PSIM gagal merangkak naik ke posisi lebih tinggi di klasemen sementara. Meski begitu, Laskar Mataram masih bertahan di peringkat empat dengan koleksi 22 poin.
Van Gastel menilai, bahwa performa timnya tidak buruk, meskipun mengakui bahwa babak pertama tidak berjalan sesuai rencana.
Persija pantas menang. Kami tidak bermain buruk, tapi kami juga tidak tampil cukup baik terutama di babak pertama,”
jelasnya.
Ia menegaskan, bahwa pencapaian PSIM sejauh ini patut diapresiasi karena tidak ada yang memprediksi mereka mampu berada di papan atas setelah 13 pertandingan.
Secara umum saya bangga kepada tim. Kami berjuang untuk mendapatkan poin, tapi Persija lebih unggul. Setelah 13 laga, tidak banyak yang mengira kami bisa berada di posisi atas. Kami akan pulih dan memulai lagi,”
tutup Van Gastel.

