Hingga kini, tiga provinsi di Pulau Sumatera, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat belum bangkit sepenuhnya setelah banjir bandang dan longsor besar yang melanda selama sepekan terakhir.
Dampak bencana tersebut sangat luas, meninggalkan kerusakan berat serta jumlah korban jiwa yang terus meningkat.
Peristiwa ini bahkan menjadi salah satu bencana alam terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 442 orang kehilangan nyawa, menjadikannya tragedi yang mengguncang nasional.
Kondisi di Tapanuli Tengah Masih Sangat Sulit
Salah satu warga yang keluarganya terdampak, Michael Siahaan, salah satu wartawan dari Antara. Dirinya menggambarkan situasi di Tapanuli Tengah masih jauh dari normal. Ia mengungkapkan, bahwa wilayah itu mengalami pemadaman listrik total.
Listrik di Tapanuli Tengah dan Sibolga masih padam. Hanya beberapa titik yang hidup, itu pun pakai genset,”
ujar Michael kepada owrite.id, Senin, 1 Desember 2025.
Michael juga menyebutkan, bahwa akses komunikasi masih sangat terganggu. Sinyal sering hilang dan tidak stabil sehingga komunikasi dengan keluarga menjadi sulit.
Sinyalnya hidup-mati. Kebanyakan warga sekarang mengandalkan Starlink, itu yang paling bisa dipakai,”
tandasnya.

