Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera tidak ditetapkan sebagai bencana nasional oleh pemerintah.
Sejauh ini, kata Suharyanto, hanya ada dua kejadian yang berstatus bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh pemerintah.
Yang dimaksud status bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh Indonesia itu kan Covid-19. Sama Tsunami 2004 hanya dua itu yang bencana nasional,”
kata Suharyanto dikutip dari akun YouTube resmi BNPB, Sabtu 29 November 2025.
Menurutnya, masih ada beberapa bencana lain seperti gempa di Palu, Nusa Tenggara Barat, Cianjur. Kejadian-kejadian itu hanya ditetapkan sebagai status bencana daerah.
Penetapan bencana status nasional, sambung Suharyanto, ada beberapa pertimbangan seperti jumlah korban yang terdampak, lalu sulitnya akses di lokasi kejadian.
Diungkapkan Suharyanto, bencana di Pulau Sumatera terkesan menjadi horor dan parah, lantaran banyak informasi yang berseliweran di media sosial.
Meski demikian, menurutnya kondisi dilapangan saat ini tidak separah seperti yang beredar di media sosial.
Memang kemarin kan melihatnya mencekam ya, karena berseliweran di media sosial enggak bisa ketemu (keluarga),”
ujarnya.
Dari sekian wilayah di Pulau Sumatera yang terdampak, kata Jenderal TNI itu, sudah banyak wilayah yang bisa dikendalikan situasinya. Dan saat ini, intensitas hujan sudah relatif berkurang atau bahkan berhenti.
“Kan sekarang yang menjadi hal serius tinggal di Tapanuli Tengah,” tegasnya.
Dengan demikian, kejadian banjir dan longsor di pulau Sumatera saat ini masih berstatus bencana tingkat provinsi.


