Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) total mencapai 303 jiwa.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, penanganan darurat kini difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolir, serta percepatan distribusi logistik.
Dia menjelaskan, untuk di Provinsi Sumatera Utara tercatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang. Dampak bencana terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
Sumatera Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,”
Suharyanto dalam keterangannya Minggu, 30 November 2025.
Suharyanto mengatakan, hingga saat ini sejumlah jalur kabupaten masih terputus dan belum bisa diperbaiki karena medan yang berat.
Di Mandailing Natal, sedikitnya ada tujuh wilayah terisolir akibat tertutupnya jalur lintas provinsi, sedangkan beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara.
Ia mengatakan, BNPB bersama kementerian/lembaga telah mengerahkan berbagai alutsista, termasuk lima helikopter perbantuan yang ditempatkan di Bandara Silangit untuk distribusi logistik ke Tapanuli Tengah dan wilayah lain yang terisolasi.
Seperti Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat belum bisa kita tembus lewat udara, tapi sudah bisa kita capai melalui udara untuk pendistribusian logistik,”
Suharyanto.
Korban Meninggal Dunia di Aceh Capai 47 Jiwa
Sedangkan di Aceh, pada hari kedua pasca penetapan status tanggap darurat bencana tercatat korban meninggal sebanyak 47 jiwa, 51 orang hilang, serta 8 orang luka-luka.
Sementara jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.
Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,”
Suharyanto.
Suharyanto mengatakan, banyaknya kerusakan jembatan dan jalan nasional berdampak pada terputusnya akses utama.
Hingga saat ini beberapa daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih belum dapat diakses melalui jalur darat.
Dia menuturkan, BNPB sudah mengaktifkan dukungan komunikasi darurat menggunakan jaringan satelit Starlink di sejumlah titik, terutama di wilayah yang terisolir jaringan.
Untuk pengiriman logistik dilakukan melalui udara menggunakan helikopter dan pesawat Cessna Caravan untuk menjangkau daerah yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.
Korban Meninggal Sumatera Barat 90 Jiwa
Sementara itu, untuk Provinsi Sumatera Barat ada sebanyak 90 korban meninggal dunia, 85 orang hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka. Tercatat Kabupaten Agam menjadi wilayah jumlah korban tertinggi.
Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang dan 10 luka-luka,”
Suharyanto.
Berdasarkan data sementara menunjukkan sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Kemudian sejumlah jalur provinsi dan nasional terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan, sehingga menyulitkan akses distribusi.
Namun, logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba, dan delapan titik tambahan dalam proses pengiriman dengan pengawalan kepolisian.


