Arus bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra Barat terus datang dari berbagai pihak. Namun, Pemerintah Provinsi Sumbar menekankan bahwa seluruh penyaluran logistik sebaiknya dilakukan melalui posko resmi agar pendistribusian tidak bertumpuk di satu lokasi.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, dalam konferensi pers di Media Center Penanganan Bencana, menegaskan bahwa koordinasi sangat diperlukan agar bantuan tepat sasaran.
Banyak bantuan masuk ke Malalak, tetapi wilayah lain juga membutuhkan. Karena itu, mohon lakukan koordinasi dengan posko setempat,”
ujar Arry.
Menurutnya, bantuan yang ingin disalurkan secara mandiri tetap diperbolehkan, namun tetap harus dicatat melalui posko agar pendistribusian terdata dengan baik.
Bantuan yang dikirimkan langsung ke 13 kabupaten/kota terdampak juga wajib dilaporkan ke posko daerah. Tujuannya agar tidak ada penumpukan logistik di satu titik dan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata.
Masyarakat atau lembaga yang ingin berdonasi disarankan mengecek terlebih dahulu kebutuhan prioritas di masing-masing wilayah.
Contohnya, di Kabupaten Pesisir Selatan kebutuhan mendesak meliputi gergaji mesin, paket sembako, family kit, dan terpal.
Koordinasi menjadi aspek krusial untuk memastikan kelancaran alur bantuan.
BNPB Fokus Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir
Dalam rapat koordinasi bersama posko nasional dan daerah, Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian, menegaskan bahwa distribusi logistik harus dioptimalkan, terutama menuju wilayah yang masih terisolasi.
Ia juga menekankan arahan Presiden yang sehari sebelumnya meninjau langsung dampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman.
Perintah Presiden jelas, tidak boleh ada hambatan. Semua kekuatan nasional sudah turun ke daerah,”
Arry.
Untuk menjangkau daerah yang belum bisa diakses jalur darat, BNPB dan TNI AU terus mengirimkan bantuan melalui udara.
Pada Selasa 2 Desember 2025, helikopter BNPB mengangkut 250 kg logistik, berisi beras, minyak goreng, gula, dan makanan bayi.
Bantuan ini juga dijatuhkan ke wilayah Talamau, Pasaman Barat. Selain melalui udara, jalur darat juga tetap dimaksimalkan untuk mengangkut kebutuhan warga di Kabupaten Agam, Solok, Pasaman Barat, dan wilayah lain yang terdampak parah.
BNPB, TNI AU, Basarnas, pemerintah daerah, hingga relawan kini bekerja tanpa henti membuka akses jalan yang tertutup longsor.
Perbaikan akses ini sangat penting, bukan hanya untuk bantuan logistik, tetapi juga mobilisasi warga.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, pemerintah berharap bantuan bisa segera menjangkau seluruh titik yang masih terisolir dan mempercepat penanganan darurat di Sumatra Barat.


