Di tengah kondisi darurat akibat banjir besar di Sumatera, publik digemparkan dengan kabar bahwa layanan internet Starlink yang seharusnya gratis justru diduga disewakan oleh oknum tertentu.
Tarif yang dikenakan disebut mencapai Rp20 ribu per jam, bahkan ada warga yang mengaku diminta Rp5 ribu untuk lima menit penggunaan.
Kesaksian yang beredar menimbulkan dugaan adanya pungutan liar di tengah situasi krisis. Berbagai laporan mengenai oknum yang memanfaatkan keadaan semakin memicu reaksi keras dari masyarakat.
Beberapa korban banjir menyampaikan bahwa mereka harus membayar sebelum diizinkan mengakses password hotspot perangkat Starlink.
Tindakan ini menimbulkan kecurigaan luas karena layanan tersebut diketahui didistribusikan untuk membantu pemulihan komunikasi di wilayah terdampak.
Starlink Mengeluarkan Klarifikasi Resmi
Menanggapi berbagai tuduhan yang berkembang, Starlink akhirnya memberikan penjelasan melalui akun resminya.
Perusahaan tersebut menegaskan bahwa seluruh layanan internet yang disediakan untuk masyarakat terdampak banjir sepenuhnya gratis hingga akhir Desember, baik bagi pengguna baru maupun pelanggan lama.
Starlink juga menyebut telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memindahkan dan mengoptimalkan perangkat layanan demi mempercepat pemulihan akses internet di daerah yang terkena bencana.
Bantuan Starlink Selalu Gratis Saat Bencana
Elon Musk turut memberikan pernyataan terkait isu pungutan liar ini. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah mengambil keuntungan dari situasi darurat.
Tidaklah benar mengambil keuntungan dari musibah. Kebijakan standar SpaceX adalah menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di suatu tempat di dunia, ”
Musk.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam polemik sekaligus mendorong pihak berwenang untuk menindak tegas oknum yang memanfaatkan penderitaan warga.


