Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terbaru terkait berbagai bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Cuaca ekstrem memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Natuna, Bogor, dan Lumajang.
Bencana pertama dilaporkan dari Kabupaten Natuna, di mana banjir rob merendam lima desa dan satu kelurahan di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Bunguran Batu, dan Bunguran Barat pada Minggu 7 Desember 2025.
Sebanyak 19 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan kerusakan meliputi 12 rumah serta tiga akses jalan terputus. Tim Reaksi Cepat BPBD Natuna terus melakukan pendataan dan penanganan awal di lapangan.
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Bogor
Di Kabupaten Bogor, angin kencang menerjang Kecamatan Citeureup dan Cigudeg. Peristiwa ini berdampak pada 124 jiwa dari 31 KK, menyebabkan satu rumah rusak sedang dan 30 rumah rusak ringan.
Pada Minggu 7 Desember 2025, kondisi berangsur pulih. Warga bergotong royong memperbaiki rumah yang terdampak, sementara BPBD Bogor menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan logistik kebutuhan dasar.
Namun cuaca ekstrem belum berhenti. Pada hari yang sama, angin kencang kembali menghantam Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang.
Sembilan rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Bantuan logistik kembali disalurkan BPBD.
Banjir Sarapati Rendam Puluhan Rumah di Bogor
Masih di Kabupaten Bogor, hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Sarapati meluap dan merendam pemukiman warga di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang.
Banjir tersebut berdampak pada 90 KK atau 193 jiwa, dengan sembilan warga harus mengungsi. Tercatat 75 rumah terendam, tiga di antaranya mengalami rusak sedang dan dua lainnya rusak ringan.
Saat malam tiba, air telah surut dan akses jalan kembali bisa dilalui. BPBD dan relawan membantu warga membersihkan sisa lumpur di area terdampak.
Lahar Dingin Semeru Hantam Desa di Lumajang
Sementara itu di Kabupaten Lumajang, banjir lahar dingin terjadi pada Sabtu Sabtu kemarin setelah hujan deras mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru.
Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro menjadi wilayah paling terdampak. Enam rumah, satu tempat usaha, dan satu fasilitas ibadah mengalami kerusakan akibat aliran material vulkanik.
Enam KK dilaporkan terdampak. Sebagian warga mengungsi ke dataran tinggi dan tenda Lumbung Pangan, sementara lainnya kembali ke rumah.
BPBD Jawa Timur dan BPBD Lumajang melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan logistik. Banjir telah sepenuhnya surut, menyisakan material pasir di sepanjang aliran.
Waspada Menjelang Puncak Musim Hujan
Menghadapi puncak musim hujan, BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, dan angin kencang.
Warga diimbau memantau informasi cuaca, memperkuat koordinasi antar-desa khususnya di wilayah hulu, serta rutin mengikuti peringatan dini yang dikeluarkan BPBD.
Selain itu, setiap keluarga dianjurkan memiliki rencana kesiapsiagaan untuk meminimalkan risiko bencana.

