Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan potensi cuaca ekstrem di Provinsi Banten periode 17 hingga 22 Januari 2026.
Menurut data, dalam seminggu kedepan, Provinsi Banten mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan, terutama di Kabupaten Pandeglang: 124 mm/hari, Kabupaten Lebak: 1As mm/hari, dan Kabupaten Serang: 148 mm/hari.
Akibat curah hujan yang tinggi, beberapa wilayah terdampak banjir dan tanah longsor. Seperti di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang dan Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang mengalami banjir. Sementara di wilayah Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak terjadi tanah longsor.
Adapun dinamika atmosfer yang menyebabkan penguatan Monsun Asia yang berkontribusi pada peningkatan suplai massa udara basah ke wilayah Indonesia. Potensi peningkatan seruakan udara dingin (cold surge) dari Benua Asia turut mempercepat masuknya monsun Asia melintasi daerah ekuator.
Anomali suhu muka laut yang lebih hangat, yang dapat meningkatkan proses penguapan dan ketersediaan uap air di atmosfer,”
tulis BMKG dalam keterangannya di instagram @infobmkg, Minggu 18 Desember 2026.
Bibit Siklon Tropis 96S bergerak persisten dan memengaruhi pola angin, termasuk pembentukan daerah konvergensi yang memanjang dari Pesisir barat Sumatera hingga wilayah selatan Pulau Jawa. Kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang labil, yang mendukung pertumbuhan awan konvektif pada skala lokal.
BMKG juga memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di beberapa wilayah, yakni Kabupaten Tangerang, Tangerang Kota, Kita Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak bagian Selatan, Kabupaten Pandeglang bagian Barat dan Selatan.
Hujan sedang hingga lebat akan terjadi di Kabupaten Lebak bagian Utara, Kabupaten Pandeglang bagian Utara dan Tengah, Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang.
Potensi hujan sedang hingga lebat juga terjadi di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang bagian Barat dan Selatan.
Peningkatan kecepatan angin di wilayah Laut China Selatan serta keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu berpotensi menyebabkan potensi angin kencang di Kabupaten Pandeglang bagian Barat dan Selatan, Kabupaten Lebak bagian Selatan, Kabupaten Serang bagian Barat dengan Kecepatan angin > 45 km/jam (25 Knot)
Banjir Pesisir (Rob)
Selain itu, adanya fase Bulan Baru pada 19 Januari 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut. Berdasarkan pemantauan data water level serta prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpeluang terjadi di Pesisir Utara Tangerang, Pesisir Utara Serang, Pesisir Selatan Pandeglang, dan Pesisir Selatan Lebak.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.
Lakukan langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari perjalanan ke daerah rawan banjir, dan mengamankan barang-barang penting,”
tambah keterangan itu.
BMKG juga meminta masyarakat untuk jangan percaya pada informasi yang beredar di luar dari keterangan resmi dari BMKG.
Percayai informasi resmi dari BMKG dan jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Pantau informasi terkini melalui aplikasi Info BMKG dan kanal media media sosial @bmkgwilayah2,”
tutupnya.


