Pemerintah memproyeksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,6 persen pada kuartal IV-2025. Pertumbuhan ini akan didorong oleh aktivitas konsumsi masyarakat hingga sejumlah stimulus yang diberikan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai banjir diskon yang diberikan pemerintah tidak akan berpengaruh signifikan terhadap ekonomi Indonesia.
Dia memperkirakan, ekonomi kuartal IV-2025 hanya tumbuh sebesar 5 persen.
Tebar diskon saat Nataru belum signifikan karena yang menikmati cenderung kelas menengah atas, sebelumnya kelompok yang punya uang lebih memang merencanakan perjalanan. (Perkiraan kuartal IV) 5 persen,”
Bhima kepada owrite Kamis, 27 November 2025.
Bhima menjelaskan, bila dilihat dari data tabungan, yang seharusnya mendapatkan bantuan lebih besar dari pemerintah adalah masyarakat kelompok menengah bawah.
Dibanding diskon tiket pesawat lebih baik ada pengurangan tarif PPN menjadi 8-10 persen, menurunkan tarif PPh UMKM menjadi 0,1 persen, atau menaikkan PTKP di semua sektor pekerjaan. Itu efeknya lebih terasa bukan hanya saat nataru tapi paska tahun baru. Selama ini insentif dari Pemerintah masih tanggung, setengah hati,”
Bhima.
Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2025 ada di kisaran 5,4-5,6 persen.
Kami yang optimis rangenya antara 5,4-5,6 persen,”
Airlangga.
Airlangga menjelaskan, perkiraan itu sejalan dengan dukungan ke berbagai program diantaranya bantuan sosial, bantuan langsung tunai kesejahteraan rakyat, dan realisasi belanja Pemerintah.
Karena memang dari tadi di monitor hampir seluruh kementerian besar itu rencana serapan anggarannya di atas 90 persen. Jadi oleh karena itu ada nanti kontribusi dari belanja pemerintah, kemudian dari berbagai program bansos, dan tambahan lagi program yang berharapkan dari mobilitas masyarakat dan juga untuk memanfaatkan Nataru,”
Airlangga.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan pemerintah memberikan diskon angkutan transportasi pada Nataru. Salah satunya diskon angkutan laut Pelni diberikan sebesar 20 persen, yang berlaku untuk pembelian di periode 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Begitu juga dengan ASDP penyeberangan juga akan dapat diskon di tanggal 22 Desember sampai 10 Januari,”
Suntana.
Kemudian ada diskon tiket kereta api sebesar 30 persen dari harga tiket untuk perjalanan kereta ekonomi komersial. Untuk periode keberangkatan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Lalu diskon pesawat terbang pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan besaran diskon kisaran 13-14 persen.
Diskon kira-kira berkurang sampai 13-14 persen dari harga semula. Diskon ini diberikan bagi semua penumpang yang menggunakan tarif ekonomi,”
Suntana.
