Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin pagi, 9 Maret 2026 pukul 09.16 WIB anjlok sebesar 4,69 persen di level 7.229.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan melemahnya IHSG tersebut disebabkan oleh perang yang kini sedang terjadi di Timur Tengahn antara AS-Israel Vs Iran.
(IHSG) turun, sentimen risk off dari perang, (IHSG ditutup) di kisaran 7.350-7.400,”
ujar Lukman kepada owrite Senin, 9 Maret 2026.
Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi kembali menguat hari ini, setelah pada penutupan perdagangan Jumat, 6 Maret IHSG turun sebesar 1,62 persen.
IHSG berpotensi rebound ke 7.650, tapi jika tidak berhasil break di atas 7.700, akan kembali koreksi ke 7.400an,”
ujar Fanny dalam laporannya.
Fanny menyoroti, kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah (Timteng). Harga minyak melesat didorong oleh serangan militer Amerika Serikat-Israel ke Iran, yang menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, dan oleh peringatan dari Qatar bahwa harga minyak mentah dapat melonjak hingga US$150 per barel.
Harga minyak mentah berjangka AS naik lebih dari 12 persen pada hari Jumat, menjadi US$91 per barel, sementara Brent internasional naik sekitar 8,5 persen menjadi US$92 per barel,”
jelasnya.
Adapun untuk hari ini Fanny memproyeksikan, IHSG akan berada di level support kisaran 7.400-7.480. Sedangkan level resist IHSG di kisaran 7.650-7.700.
Rekomendasi saham hari ini BUMI, MEDC, ELSA, INCO, ARCI, dan TINS,”
tuturnya.

