Liburan bersama si kecil merupakan hal yang sangat menyenangkan. Banyak orang tua yang merasa kebersamaan dengan si kecil menjadi momen yang sangat berharga dan tak akan terulang.
Namun liburan mengajak si kecil tidak selamanya mulus. Lingkungan baru, kelebihan rangsangan sensorik, dan perubahan rutinitas harian dapat dengan mudah memicu ledakan emosi hingga membuat anak tantrum bahkan di tempat umum.
Apa Itu Tantrum?
Tantrum atau temper tantrum adalah luapan emosi kuat yang tidak terkendali pada anak-anak. Biasanya tantrum terjadi pada usia prasekolah, sekitar 1 hingga 4 tahun.
Tantrum terjadi karena anak memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi atau mengelola emosinya saat merasa frustasi, lelah, lapar, cemas, atau menginginkan sesuatu tetapi ditolak.
Biasanya anak tantrum mulai dari menangis kencang, merengek, atau menjerit, berguling di lantai, melempar barang, menendang, memukul, hingga melempar barang.
Saat anak tantrum tidak sedikit orang tua yang merasa kesal hingga frustasi. Padahal hal itu merupakan kejadian yang normal bagi perkembangan anak.
Memahami apa yang memicu ledakan emosi ini dan mengetahui cara merespons dengan tenang dan efektif dapat membuat perbedaan besar.
Ketika mengalami anak yang tantrum, para orang tua tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya,
Berikut cara mengatasi anak tantrum di tempat umum saat liburan, Selasa 23 Desember 2025.
- Tetap tenang
Ketika melihat si kecil tantrum, orangtua harus tetap tenang. Psikoterapis integratif Deborah Keenan mengatakan ketika Anda marah, si kecil juga akan merasakan itu.
Jika Anda mengalami disregulasi emosi, maka anak Anda juga akan mengalami disregulasi emosi. Anak-anak sangat peka terhadap keadaan emosi orang tua mereka, jadi semakin tenang Anda, semakin mereka akan merasakannya,”
kata Keenan seperti dikutip dari The Independent.
- Tunjukkan Empati
Saat anak tantrum Anda bisa menggunakan metode gentle parenting, tujuannya untuk menghindari mengekang si kecil saat tantrum, apalagi sampai mencubit atau memukul.
Tunjukan empati dengan bertanya, misalnya dengan mengatakan, “Adik marah ya, mainannya diambil teman? Nanti kita bujuk dia untuk mengembalikannya, ya.” Pengertian Ibu terhadap rasa frustasi, si Kecil akan membuatnya tenang.
- Bawa Anak ke Tempat Lebih Tenang
Saat anak tantrum, ajak dia ke area sepi untuk mengurangi stimulasi berlebih dan memberi ruang aman untuk mengekspresikan emosi.
- Beri Anak Ruang untuk Sendiri
Ketika anak tantrum, beri dia ruang untuk sendiri, dengan begitu dia memiliki kesempatan untuk meluapkan emosinya. Tapi, jangan jauh-jauh dan tetap awasi si kecil agar Ibu bisa memantau perilaku anak yang menyakiti seperti memukul, menendang, atau menggigit.
- Hindari Mengumbar Janji
Saat anak tantrum, hindari umbar janji kepadanya. Sebab anak selalu ingat janji orang tua dan akan selalu menagihnya hingga terpenuhi. Selain itu memberi janji tanpa menepati akan mengajarkan anak untuk ingkar janji.
- Bicara Setelah Anak Tenang
Setelah emosinya reda, ajak dia ngobrol ringan tentang apa yang terjadi. Ini membantu mereka belajar mengelola emosi di masa depan.
