Libur akhir tahun dimanfaatkan banyak keluarga untuk traveling bersama keluarga. Mereka mengunjungi destinasi yang ramah anak dengan berbagai aktivitas seru.
Sayangnya mengajak anak liburan tak selamanya mulus, pasti ada saja kendala yang dialami. Salah satunya adalah saat anak memasuki fase GTM atau Gerakan Tutup Mulut.
Fase GTM ini tak jarang membuat para orang tua terutama ibu merasa stres. Sebab kebutuhan nutrisi anak menjadi berkurang, ditambah aktivitas yang padat selama liburan.
Dokter Spesialis Anak, dr Harun Albar, SpA M.Kes menjelaskan ketika orang tua mengalami anak yang memasuki fase GTM. Ada beberapa tips yang harus dilakukan.
Yang pertama, pastikan beri makan si kecil saat dia benar-benar lapar. Dengan begitu si kecil mau menikmati makannya.
“Buatlah makanan yang enak, yang disukai si kecil, dan tidak monoton,”
ujar dr Harun seperti dikutup dari akun X @harun_albar, Jumat 2 Desember 2026.
Selain itu, pastikan pemberian makanan si kecil sesuai dengan usianya. Mulai dari tekstur, konsistensi jumlah, hingga variasi berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Sebelum memberikan susu atau air putih, prioritaskan makanan utama dan snack dari real food agar anak-anak tidak kenyang air saat waktu makan,”
sambungnya.
Pastikan juga saat makan si kecil fokus pada makanannya. Hindari memberikan gadget atau mainan yang dapat mendistraksi si kecil.
“Buat situasi makan jadi menyenangkan, tidak ada pemaksaan yang membuat adek bayi ke depan trauma sehingga menyebabkan GTM,”
lanjutnya.
Dan yang tak kalah penting adalah orang tua harus sabar saat menghadapi fase GTM. Sebab baik ibu maupun si kecil sama-sama sedang dalam proses belajar.
Ibu-ibu belajar buat menu MPASI, belajar memberi makanan, dek bayi belajar untuk menerima makanan. So stay healthy dan be happy. Semangat berproses bersama anak ya bu ibu,”
tandasnya.
