Candi Prambanan merupakan Candi Hindu yang sudah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang terletak di Perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Tak hanya indah, tempat ini menyuguhkan banyak sejarah, khususnya masuk dan berkembanganya agama Hindu di Indonesia. Salah satu cerita legendarisnya adalah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.
Konon zaman dahulu, candi ini dibangun dalam semalam oleh Bandung Bondowoso dibantu sekawanan jin demi memperoleh cinta Roro Jonggrang.
Untuk mengetahui lebih detail tentang Candi Prambanan, owrite akan merangkum beberapa fakta menariknya.
Berikut ulasannya dari laman Kementerian Pariwisata, Jumat 23 Januari 2026.
1. Dibangun Sekitar Abad ke-9
Candi Prambanan dibangun sekitar tahun 850 Masehi atau abad ke-9. Berdasarkan Prasasti Siwagrha yang berangka tahun 778 Saka (856 Masehi). Bangunan ini dibangun pertama kali oleh Raja Rakai Pikatan dan dilanjutkan bahkan diperluas oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu pada masa Kerajaan Medang (Mataram Kuno).
Berdasarkan umurnya, Candi Prambanan sudah berusia 1140 tahun. Betapa tuanya ya candi ini dan berhasil menembus berbagai lintas zaman. Jadi, tidak benar ya jika Candi Prambanan dibangun oleh sekawanan Jin suruhan Bandung Bondowoso hanya dalam waktu semalaman.
2. Candi Prambanan Bukan Nama Asli
Ternyata, nama Candi Prambanan yang kita kenal selama ini, bukan nama aslinya. Candi tersebut memiliki nama asli Candi Siwagrha. Hal ini berdasarkan Prasasti Siwagrha yang berangka tahun 778 Saka (856 Masehi), Siwagrha berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu Shiva yang berarti Siwa/Syiwa dan Grha yang berarti rumah. Prasasti tersebut mendeskripsikan kelompok candi agung yang dipersembahkan bagi Dewa Siwa dan disebut Siwagrha.
Selain itu, nama Siwagrha ini semakin diperkuat dengan adanya arca Siwa yang ada di dalam ruang utama Candi Siwa sebagai candi utama di Kompleks Candi Prambanan. Arca Siwa tersebut diperkirakan merupakan perwujudan dari Raja Balitung, Raja Kerajaan Medang (Mataram Kuno) yang turut berkontribusi dalam Pembangunan Candi Prambanan.
3. Asal Usul Nama Candi Prambanan
Nama Prambanan merupakan nama dari desa tempat candi ini berdiri. Konon, dahulu ada pergeseran dialek Bahasa Jawa Para Brahman yang bermakna Brahman/realitas agung yang tak dapat dilukiskan. Selain itu, Para Brahman juga bermakna bahwa dulunya wilayah ini dihuni oleh banyak brahmana.
4. Bukan Seribu Candi
Candi Prambanan dikenal juga sebagai candi seribu karena banyak yang menyebutkan saat para Jin Bandung Bondowoso tengah membuat candi untuk Roro Jonggrang totalnya sudah 999 candi dan kurang 1 candi lalu digenapi jadi 1000 candi setelah mengubah Roro Jonggrang menjadi batu.
Padahal, berdasarkan hasil penelitian dan pemodelan rekonstruksi kompleks Candi Prambanan, totalnya terdapat 240 candi. Adapun kompleks Candi Prambanan terdiri dari:
- 3 Candi Trimurti (Utama) yaitu Candi Siwa, Wisnu, dan Brahma
- 3 Candi Wahana yaitu Candi Nandi, Garuda, dan Angsa
- 2 candi apit yang berada di antara barisan Candi Trimurti dan Candi Wahana
- 4 candi kelir yang berada di empat penjuru mata angin tepat di balik zona inti
- 4 candi patok yang berada di empat sudut halaman dalam
- 224 candi perwara berukuran kecil yang saat ini berupa reruntuhan di sekeliling Candi Trimurti dan Candi Wahana
5. Kawasan Candi Hindu Terbesar di Indonesia
Candi Prambanan dikenal bukan hanya karena nilai sejarahnya yang tinggi. Candi ini merupakan Kawasan candi Hindu terbesar dan terluas di Indonesia. Kompleks Candi Prambanan memiliki luas 390 meter persegi atau 39,8 hektar. Hal ini menjadikannya yang terluas di Indonesia, bahkan yang terluas setelah Angkor Wat di Kawasan Asia Tenggara.
Jika Kawasan Candi Prambanan yang dihitung termasuk Candi Bubrah, Candi Lumbung, dan Candi Sewu, maka kawasannya akan lebih luas lagi mencapai hingga 80 hektar. Betapa luasnya bukan?
6. Memiliki Arsitektur Unik dan Relief Ramayana
Candi Prambanan dikenal dengan arsitekturnya yang unik. Candi Trimurtinya (candi utama) yang terdiri dari Siwa, Brahma, dan Wisnu memiliki bentuk tinggi menjulang menyerupai gunungan. Bentuknya dirancang seperti Rumah Siwa dan mengikuti bentuk gunung suci Mahameru yang dikenal sebagai tempat bersemayamnya para Dewa dalam Agama Hindu.
7. Terkenal dengan Cerita Legenda Roro Jonggrang
Candi Prambanan banyak dikenal oleh masyarakat karena Cerita Roro Jonggrang yang melegenda. Cerita ini banyak diceritakan dari mulut ke mulut dari generasi ke generasi, bahkan termasuk sebagai salah satu cerita terpopuler di Indonesia.
Singkatnya, Kisah Roro Jonggrang menceritakan Bandung Bondowoso yang jatuh cinta dengan Roro Jonggrang dan ingin menikahinya. Namun, Roro Jonggrang tidak mau karena Bandung Bondowoso adalah sosok yang membunuh Ayahnya, Prabu Baka dalam peperangan. Bandung Bondowoso yang bersikeras pun diberikan persyaratan jika hendak menikahi Roro Jonggrang yaitu membangun 1000 candi dalam semalam.
Berkat kesaktian dan bantuan para jin, Bandung Bondowoso hampir menyelesaikannya tetapi gagal karena tabuhan lesung para Perempuan di desa yang menandakan hari sudah pagi padahal belum sehingga para jin pergi sebelum candi terakhir. Demi menggenapi candi keseribu, dikutuklah Roro Jonggrang menjadi batu candi.
Namun kisah tersebuttidaklah benar. Kisah Roro Jonggrang merupakan fantasi dari masyarakat sekitar guna menciptakan kisah asal usul pembuatan candi tersebut. Hal ini karena setelah lama ditinggalkan dan tidak menjadi pusat keagamaan dan ibadah umat Hindu, candi ini masih ada tetapi masyarakat sekitar tidak tahu latar belakang pasti dari candi tersebut.
8. Ditemukan Pada Abad 18 dan Direstorasi Terus Menerus
Setelah lama ditinggalkan, Candi Prambanan ditemukan kembali tahun 1733 oleh CA Lons yang berkebangsaan Belanda. Reruntuhan candi di Kawasan ini sempat diselidiki oleh Colin Mackenzie, surveyor bawahan Sir Thomas Stanford Raffles, tetapi tidak dilanjutkan sepenuhnya. Adapun pemugaran baru benar-benar serius dilakukan pada tahun 1926 oleh De Haan dan 1930 oleh Ir. V.R. van Romondt hingga 1942 yang kemudian dilanjutkan oleh Pemerintah Indonesia hingga 1993.
Candi-candi yang sudah direstorasi adalah bagian Candi Trimurti dan Candi Wahana. Restorasi mengalami kendala karena banyak batu asli yang hilang dicuri dan digunakan di tempat lain. Selain itu, tidak semua candi direstorasi karena syaratnya harus memiliki 75% batu asli sehingga candi kecil/perwara di sekelilingnya banyak yang tidak dibangun ulang dan hanya berupa pondasi.
9. Termasuk Dalam Situs Warisan Dunia UNESCO
Kompleks Candi Prambanan masuk ke dalam Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO. Adapun status tersebut diberikan oleh UNESCO kepada Candi Prambanan pada tahun 1991. Status situs warisan dunia tersebut tidak hanya diberikan kepada Candi Prambanan, tetapi juga candi di sekitarnya yakni Candi Bubrah, Candi Lumbung, dan Candi Sewu yang berada dalam satu area.
Walau sudah berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO, Candi Prambanan tetap menghadapi sejumlah tantangan dalam pelestariannya. Mulai dari bangunan yang berada di Kawasan rawan gempa bumi karena berdekatan dengan Sesar Opak, rawan terkena abu letusan Gunung Merapi, hingga Tindakan merusak candi oleh pengunjung/wisatawan. Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita turut menjaga kelestarian Candi Prambanan yang merupakan mahakarya adiluhung bangsa Indonesia.
