Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia menjadi perhatian serius bagi para pemudik yang bersiap kembali ke perantauan.
Pasalnya perubahan cuaca yang tidak menentu ini membuat tubuh gampang terserang penyakit, mulai dari demam, batuk, hingga flu.
Ahli Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, dr Dicky Budiman mengatakan mobilitas tinggi selama perjalanan arus balik mudik biasanya menyebabkan kelelahan di tengah paparan cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, dr Dicky mengimbau sebelum perjalanan masyarakat memastikan tubuh dalam keadaan fit.
Pastikan tidak dalam kondisi demam. Tidak dalam kondisi infeksi atau kelelahan yang berlebih,”
ujar dr Dicky kepada owrite, Kamis, 26 Maret 2026.
Ia juga menyarankan kepada para pemudik untuk istirahat setidaknya 6 sampai 7 jam sebelum melakukan perjalanan.
Jangan lupa bawa obat pribadi, oralit ataupun cairan elektrolit. Kemudian juga selama perjalanan hindari dehidrasi.
Jika membawa kendaraan pribadi, sebaiknya istirahat 1-2 jam sekali. Gunakan masker saat di transporasi umum dan konsumsi makanan yang higienis terutama di tempat istirahat.
Buka jendela kendaraanagar mendapat sirkulasi udara yang baik. Jangan memaksakan perjalanan ketika suhu tubuh panas,”
tandasnya.
