Di balik hutan beton dan gemerlapnya lampu gedung pencakar langit, Jakarta tetaplah sebuah kuali besar (melting pot) yang menjaga aroma sejarah melalui kulinernya.
Sebagai kota metropolitan yang terus berlari menuju masa depan, Jakarta tidak meninggalkan akar budayanya terutama tradisi kuliner Betawi yang otentik dan penuh filosofi.
Menjelajahi rasa di Jakarta bukan sekadar urusan mengenyangkan perut, melainkan sebuah perjalanan melintasi waktu.
Seiring berjalannya waktu, beberapa hidangan autentik mulai sulit ditemukan di sudut-sudut kota. Sementara itu dilansir dari akun Instagram resmi @dkijakarta, terdapat lima kuliner khas Betawi yang kini berstatusnya langka.
Berikut kuliner legendaris Betawi yang kini menjadi buruan para pecinta sejarah masakan Nusantara, yaitu :
- Gabus Pucung, Kuliner Betawi Berkuah Khas yang Mulai Jarang Ditemukan
Gabus pucung dikenal sebagai salah satu makanan khas Betawi yang memiliki kuah hitam pekat, mirip dengan rawon. Kuah tersebut berasal dari kluwek (Pucung), dipadukan dengan ikan gabus yang gurih dan lembut.
Tak hanya lezat, gabus pucung juga tercatat sebagai bagian dari 96 warisan budaya Indonesia. Sayangnya, saat ini hidangan ini semakin sulit ditemukan di Jakarta, menjadikannya salah satu kuliner Betawi langka yang perlu perhatian khusus.
- Kue Sengkulun, Warisan Budaya Takbenda yang Mulai Terpinggirkan
Kue sengkulun merupakan jajanan tradisional Betawi berbahan dasar tepung beras ketan dengan cita rasa manis dan tekstur kenyal. Kue ini bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dari DKI Jakarta.
Meski memiliki nilai budaya tinggi, keberadaan kue sengkulun kini semakin jarang ditemui di pasar-pasar tradisional maupun acara khas Betawi.
- Laksa Betawi, Hidangan Sakral yang Kini Sulit Dijumpai
Laksa Betawi merupakan kuliner khas yang identik dengan kuah santan kental dan rempah yang kaya rasa. Hidangan ini dulunya erat kaitannya dengan tradisi pernikahan masyarakat Betawi, sehingga sering disebut sebagai “Laksa Pengantin.”
Namun, seiring berkurangnya tradisi tersebut, laksa Betawi kini menjadi salah satu makanan Betawi yang mulai langka di Jakarta.
- Nasi Ulam, Sajian Tradisional dengan Cita Rasa Rempah Khas
Nasi ulam adalah hidangan nasi yang disajikan dengan taburan serundeng serta bumbu rempah khas, lengkap dengan kuah semur sebagai pelengkap. Perpaduan rasa gurih dan rempah menjadikan nasi ulam sebagai favorit masyarakat Betawi di masa lalu.
Kini, nasi ulam termasuk dalam daftar kuliner Betawi yang sulit ditemukan, terutama di tengah maraknya makanan modern dan cepat saji.
- Bubur Jali, Menu Takjil Tradisional yang Mulai Terlupakan
Bubur jali terbuat dari biji jali, sejenis serealia, yang dimasak bersama gula merah, santan, dan daun pandan. Hidangan ini memiliki rasa manis dan tekstur lembut, serta kerap disajikan sebagai menu berbuka puasa.
Meski dulunya populer, bubur jali kini jarang dijumpai di Jakarta, menjadikannya salah satu makanan khas Betawi yang hampir terlupakan.
Kelangkaan berbagai kuliner khas Betawi ini menjadi pengingat pentingnya upaya pelestarian budaya lokal.
Tanpa dukungan dari masyarakat dan generasi muda, bukan tidak mungkin makanan tradisional ini akan hilang ditelan zaman.
Laporan dibuat oleh:
Ani Ratnasari
