Pelaku aksi penembakan di Pantai Bondi, kawasan ikonik Sydney, Australia, pada Minggu 14 Desember 2025, diduga terafiliasi dengan ISIS.
Kepolisian New South Wales mengonfirmasi bahwa dua orang langsung diamankan usai sejumlah tembakan terdengar di area pantai.
Kepolisian Australia kemudian mengungkap identitas pelaku penembakan maut sebagai Sajid Akram (50) dan Naveed Akram (24), yang diketahui memiliki hubungan ayah dan anak.
Menurut laporan dari stasiun televisi Australia ABC, mengungkapkan bahwa Naveed Akram, seorang warga negara kelahiran Australia, telah dilakukan pemeriksaan terkait hubungan dekatnya dengan kelompok teroris ISIS yang berbasis di Sydney.
Sajid Akram tiba di Australia dengan visa pelajar pada tahun 1998, yang kemudian diubah pada tahun 2001 menjadi visa pasangan dan selanjutnya visa penduduk tetap.
Dia memiliki izin kepemilikan senjata api untuk berburu rekreasi dan merupakan anggota klub menembak.
ABC juga melaporkan bahwa polisi antiteror meyakini para pelaku penembakan telah menyatakan kesetiaan kepada kelompok teroris ISIS.
Polisi meyakini para pelaku bersenjata telah mempersiapkan serangan di sebuah penginapan sewa, yang berjarak sekitar 30 menit berkendara dari Pantai Bondi.
Sebuah bangunan abu-abu satu lantai di Campsie telah menjadi salah satu fokus utama penyelidikan polisi.
Petugas berwenang pun menggerebek rumah keluarga pelaku penembakan, sekitar satu jam perjalanan dari lokasi kejadian.
Diketahui, Naveed Akram pertama kali menarik perhatian pihak berwenang pada Oktober 2019, tetapi Perdana Menteri Australia Anthony Albanese membebaskannya dengan mengatakan bahwa tidak ada indikasi ancaman berkelanjutan atau ancaman bahwa ia akan terlibat dalam kekerasan.
Setelah berita penembakan mengguncang Australia, Perdana Menteri Albanese mengatakan di media sosial bahwa ia mengadakan rapat kabinet nasional untuk menanggapi aksi teror dan antisemitisme di Bondi tadi malam.
Kami berdiri bersama warga Yahudi Australia dan kami menentang kebencian dan kekerasan,”
Albanese, dikutip dari BBC Internasional, Senin 15 Desember 2025.
Australia lebih kuat daripada mereka yang mencoba memecah belah kita dan kita akan melewati ini bersama-sama,”
Albanese.


