Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, memperingatkan Presiden AS Donald Trump, bahwa ia akan digulingkan jika masih ikut campur dalam kondisi yang saat ini memanas di Teheran.
Hal ini disampaikan Khamenei, saat ia berbicara tentang protes dan menuduh kekuatan yang didukung asing mencoba untuk menggoyahkan stabilitas Iran.
Trump harus tahu bahwa para tiran dunia seperti Firaun, Nimrod, Reza Shah, dan Mohammad Reza digulingkan pada puncak kesombongan mereka. Dia pun akan digulingkan,”
kata Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah, dikutip dari Iran International, Senin 12 Januari 2026.
Ia mengatakan, Republik Islam tidak akan mundur menghadapi kerusuhan.
Semua orang harus tahu bahwa Republik Islam berkuasa dengan darah ratusan ribu orang terhormat, dan tidak akan mundur menghadapi para penyabotase,”
ujar Khamenei.
Merujuk pada protes di negaranya, Khamenei menuduh para demonstran bertindak untuk menyenangkan presiden AS.
Mereka (demonstran) ingin membuatnya (Trump) senang. Jika dia (Trump) tahu bagaimana mengelola negara, dia (Trump) akan mengelola negaranya sendiri,”
bebernya dengan menambahkan bahwa ada banyak masalah juga di dalam Amerika Serikat.
Merujuk pada serangan bulan Juni, Khamenei mengatakan bahwa dalam perang 12 hari, lebih dari seribu warga negara Iran gugur sebagai martir. Ia menambahkan, bahwa presiden AS telah memberi perintah untuk melepaskan serangan itu.
Tangannya berlumuran darah rakyat Iran,”
tegas Khamenei.
Pemimpin Iran itu pun mendesak para pendukungnya untuk tetap bersatu.
Wahai kaum muda, jagalah kesiapan dan persatuan kalian. Bangsa yang bersatu akan mengalahkan musuh mana pun,”
pungkasnya.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, mengatakan kepada stasiun televisi IRIB, bahwa Israel dan AS adalah dalang di balik destabilisasi di negara itu, dengan mengatakan bahwa orang-orang yang sama, yang menyerang Teheran selama perang 12 hari Israel pada bulan Juni berusaha untuk meningkatkan kerusuhan.
Mereka (AS dan Israel) telah melatih beberapa orang di dalam dan luar negeri, mereka telah mendatangkan beberapa teroris dari luar negeri,”
kata Pezeshkian.
Presiden Iran juga mengklaim para pelaku telah menyerang sebuah pasar di kota Rasht dan membakar masjid-masjid.
Tidak hanya itu, kerusuhan tersebut juga mengganggu stabilitas ekonomi di negara itu, di mana para pedagang di Pasar Besar Teheran menutup toko mereka karena depresiasi tajam rial Iran yang memasuki minggu ketiga.
Presiden Iran mengatakan, pemerintah telah mendengar kekhawatiran para pemilik toko dan akan menyelesaikan masalah mereka. Namun, ia mendesak masyarakat untuk tidak membiarkan para perusuh mengganggu ketertiban negara.
Para perusuh bukanlah orang-orang yang memprotes. Kami mendengarkan para pengunjuk rasa dan telah melakukan segala upaya untuk menyelesaikan masalah mereka,”
jelasnya.
Sebagai informasi, aksi protes yang telah berkembang dari keluhan ekonomi menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang lebih luas.
Protes ini juga adalah yang terbesar di Iran sejak gerakan tahun 2022-2023 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, seorang wanita berusia 22 tahun yang ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat untuk wanita.

