Tanggul Baswedan di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, jebol mengakibatkan banjir di pemukiman warga. Tanggul jebol akibat hujan deras yang terjadi pada Kamis (30/10/2025 lalu.
Ketua RW 06 Jati Padang, Abdul Kohar, menyampaikan, wilayahnya terdampak mencakup beberapa rukun tetangga (RT), antara lain RT 03, RT 04, dan RT 14.
Total warga yang terdampak sekitar 1.200 hingga 1.500 kepala keluarga (KK). Alhamdulillah, semua dapat kita atasi bersama berkat dukungan dari kelurahan dan jajaran Pemprov DKI Jakarta. Sampai saat ini tidak ada warga yang mengungsi, dan kondisi sudah aman sejak hari kedua,”
Abdul Kohar saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025).
Salah satu warga yang terdampak, Halimah (59) warga RT 03 RW 06 mengatakan, banjir tersebut sampai sedada orang dewasa yang mengharuskannya kami mengungsi di masjid terdekat.
Habis pakaian saya sama perabotan saya, ngambang, pintu saya kunci, tapi segini (sedada),”
Halimah kepada 0WRITE.ID dengan wajah berkaca-kaca.
Halimah mengaku wilayah rumahnya memang langganan banjir, apalagi saat curah hujan tinggi. Namun banjir akibat tanggul jebol ini, yang paling parah.
Kalau hujan emang banjir tapi gak separah ini. Kemarin parah banget tanggul jebol. Kita ngungsi ke masjid. Kasur basah susah tidur,” jelasnya.
Halimah.
Hal yang sama juga disampaikan, Suliyati (50), yang menceritakan saat tanggul Baswedan itu bocor. Kejadiannya sekitar pukul 16.04 WIB. Ia juga menyebutkan tanggul jebol itu sempat terjadi pada Juli 2025 lalu.
Juli juga jebol tapi menurut saya itu keteledoran (warga(. Jadi tanggul jebol dan kita lalai untuk melapor. Kalau ini sebenarnya tembok bagus tapi rembes dari bawah, dan atas. Air meluap, tanggul tidak kuat menahan volume air dan kekikis,”
Suliyati.
Dalam kesempatan itu, Suliyati berharap kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar dilakukan normalisasi kali.
Kali ini sudah lama-lama menyempit, menurut saya semestinya petugas pengelola tata air kalau mau ngecek itu siang hari, dicek tembok mana yang perlu perbaikan. Kalau ambruk gini kan biaya lebih besar, warga juga jadi korban,”
Suliyati.
Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang untuk ketiga kalinya, pastinya Pemprov DKI bisa menangani masalah tersebut.
Pengawasan tanggul, pengerukan kali, kalau bisa kita dinormalisasi kali, karena normalisasi kali itu penting,”
Suliyati.
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya akan membangun waduk di area sekitar. Menurutnya mau sedalam apapun kali dikeruk, kejadian tanggul jebol akan terus terjadi.
Karena ini tempatnya catchment. Jadi saya akan buat tanggul 40 meter dan dalam jangka panjang area sekitar 7 hektar ini akan dibangun rumah susun dan tempat rekreasi,”
Pramono Anung.

