Kondisi kesehatan pelaku pengeboman SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mulai stabil setelah mendapatkan perawatan intensif di RS Polri Kramajati, pasca kejadian.
Untuk ABH (anak berhadapan dengan hukum) sudah pindah kamar rawat inap di RS Polri dimana sebelumnya berada di ruang ICU,”
kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Senin (17/11/2025).
Dengan kondisi kesehatan pelaku yang sudah stabil, penyidik akan menggali keterangan lebih dalam lagi dibalik ledakan sekolah yang mengakibatkan 96 orang luka-luka termasuk dirinya.
Selama proses permintaan keterangan, pelaku juga bakal didampingi pihak Komisi Perliundungan Anak Indonesia (KPAI) hingga Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) mengingat pelaku yang masih di bawah umur.
Minggu ini penyidik akan berkoordinasi dengan dokter yang merawat untuk kondiosi ABH secara keseluruhan, koordinasi dengan KPAI, Bapas, P3A dan Apsifor saat akan meminta keterangan ABH,”
jelas Budi
Sebagaimana diketahui, pelaku ledakan SMAN 72 diberitakan dilakukan oleh siswa sekolah itu sendiri. Ada tujuh bom yang rencananya akan diledakkan pada Jumat (7/11/2025).
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto, mengatakan berdasarkan hasil penyisiran dilokasi kejadian, pelaku menempatkan bahan peledaknya di tiga lokasi. Diantara bom tersebut, pelaku mengaktifkan bahan peledaknya dengan menggunakan remote dan ada yang menggunakan sumbu api.
Bom yang ditemukan pertama di area masjid berjumlah dua buah, mengandung potasium klorat dengan casing jerigen plastik satu liter. Di dalam kandungan bahan peledak itu terdapat material paku. Selanjutnya bom lainnya ditemukan di dua lokasi, yaitu bank sampah dan taman baca.
Diungkapkan Henik, ada dua bom berstatus aktif dan dua lainnya telah meledak namun tidak sempurna. Di lokasi itu juga ada remote yang dipakai mengaktifkan bom di dalam masjid.
Di taman baca kami menemukan casing kaleng minuman dengan sumbu bakar dan remote, sedangkan di bank sampah ada empat bom. Dua sudah meledak tapi tidak sempurna dan dua masih aktif,”
kata Henik.
Diantara bom tersebut, salah satunya ada yang menjadi senjata makan tuan untuk pelaku. Dia ditemukan terkapar di dekat bank sampah dan ada dua buah senjata mainan serta satu belt seperti tentara warna hijau.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan pada saat pelaku ingin meledakan bom di lokasi diduga sengaja mengenai dirinya. Namun motif meledakkan diri itu masih didalami.

