Seorang pria mengaku-ngaku sebagai anak dari Bidang Propam Polda Metro Jaya, diduga membawa barang bukti milik kepolisian, viral di media sosial.
Dari video yang beredar, pria tersebut dikerubungi oleh beberapa orang di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Pria yang mengenakan kemeja itu nampak terlibat adu mulut dengan beberapa orang termasuk perekam video.
Pria itu mengaku membawa kendaraan berisikan barang bukti salah satu Polsek.
Ini mobil BB (Barang Bukti) Polsek. Ada surat pinjam BB (barang bukti)-nya,”
pria tersebut seperti dalam video yang beredar, Senin 24 November 2025.
Pria itu menyebut sudah diizinkan membawa mobil ini yang isinya diduga barang bukti kejahatan. Kemudian dia mengungkit ayahnya anggota kepolisian di Polda Metro Jaya.
“Dipinjam oleh bapak saya. Bapak saya Propam di Polda Metro,”
pria itu lagi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bidang Propam Polda Metro Jaya atas kejadian video viral tersebut.
“Sudah didalami oleh Propam tentang video tersebut,”
Kombes Budi, Senin 24 November 2025.
Hasilnya, pernyataan yang disampaikan pria itu tidak benar alias hoax. Budi juga menyebut, orang tua pria itu tidak berdinas di Propam Polda Metro Jaya.
Tidak benar orang tua yang bersangkutan berdinas di Propam Polda Metro Jaya. Ini masih kita dalami maksud statemen itu,”
Kombes Budi.
Begitu pula dengan mobil yang dipakainya itu milik Polsek, juga tidak benar, ternyata kendaraan tersebut berstatus pindah credit.
Kendaraan yang dimaksud, statusnya pindah credit. Bukan mobil barang bukti dan saat ini masih didalami apa maksud yang bersangkutan menyampaikan hal tersebut,”
Kabid Humas Polda Metro.
Pasca videonya yang sudah kepalang viral di media sosial, pria itu akhirnya memberikan klarifikasi dan mengakui orang tuanya tidak sedang berdinas di Propam Polda Metro.
Sementara kendaraan yang dibilang sebagai barang bukti milik salah satu polsek juga bohong, dengan alasan ia mengaku kepepet ada intimidasi dari debt collector.
Saya terpaksa melakukan hal tersebut, karena saya mendapat tekanan dan intimidasi dari debt collector,”
pria tersebut.
Lalu yang terakhir saya meminta maaf kepada institusi polri,”
pria tersebut.


