Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut kasus stroke di Jakarta cukup tinggi, tembus hingga 24.981 kasus. Data tersebut berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, melaporkan angka kecacatan akibat stroke di Jakarta cukup tinggi, yakni 21,4 persen, dan 2,9 persen di antaranya berakhir dengan kematian.
Stroke adalah penyakit yang harus ditangani dalam waktu kurang dari 4,5 jam,”
ujar Ani dalam keterangan resminya, pekan lalu.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan menghadirkan gerakan pencegahan dini pada penyakit stroke lewat program Jakarta Siaga Stroke 2026.
Dinkes DKI Jakarta membuat Jakarta Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (JakSimpus), sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan. Nantinya akan ada pasukan putih yang berjumlah 584 orang, yang selama ini khusus menangani difabel dan lansia untuk turut mendukung penanganan stroke.
Ani menjelaskan, JakSimpus merupakan layanan kesehatan berbasis integrasi data. Menurutnya, hal ini akan berkontribusi pada peningkatan global city index melalui unsur quality of life dan Gross Domestic Product (GDP) per kapita.
Dengan sistem penanganan yang cepat dan efisien melalui branding Jakarta Code Stroke, dapat kami laporkan bahwa angka kecacatan akibat stroke di Jakarta cukup tinggi, yakni 21,4 persen, dan 2,9 persen di antaranya berakhir dengan kematian. Stroke adalah penyakit yang harus ditangani dalam waktu kurang dari 4,5 jam,”
jelas Ani.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengapresiasi komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta Siaga Stroke 2026. Ia menyebut program ini merupakan yang pertama kali dijadikan komitmen di tingkat provinsi di Indonesia.
Jakarta tidak hanya menjadi energi bagi Indonesia, tetapi banyak yang tidak tahu bahwa Jakarta adalah the first smart city di Indonesia. Sebagai smart city, aktivitas ekonomi dan pendidikan bergerak sangat cepat di Jakarta. Jakarta selalu mengikuti perkembangan zaman,”
pungkasnya.

