Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kasus Matel Tewas di Kalibata Efek Brutalisasi, Debt Collector Tak Layak Ada di Masyarakat
Megapolitan

Kasus Matel Tewas di Kalibata Efek Brutalisasi, Debt Collector Tak Layak Ada di Masyarakat

Syifa Fauziahdusep-malik
Last updated: Desember 16, 2025 6:21 pm
Syifa Fauziah
Dusep
Share
Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri
Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri. (Foto: owrite)
SHARE

Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri memberi tanggapan terkait kasus pengeroyokan terhadap dua debt collector atau mata elang, hingga tewas di Kalibata, Jakarta Selatan.

Menurutnya, insiden ini bentuk dari main hakim sendiri yang dilakukan oleh personel hukum, karena cara beroperasi debt collector yang melanggar hukum.

Kemudian kemarahan, dendam atau sejenisnya itu dilampiaskan dengan melakukan pembakaran ke warung-warung di sekitar,”

ujar Reza kepada owrite, baru-baru ini.

Reza mengatakan, kekerasan yang terjadi dalam kasus tersebut tidak bisa semata-mata dilihat sebagai konflik antara debt collector dan aparat penegak hukum. Menurutnya, bentrokan itu merupakan bagian dari fenomena efek brutalisasi, di mana kekerasan terus bereskalasi dari satu peristiwa ke peristiwa berikutnya.

Kekerasan dari episode ke episode terus meningkat, dan akhirnya yang paling dirugikan, ya klasik adalah masyarakat,”

jelasnya.

Ia menilai, konflik tersebut tidak lagi berdiri sebagai persoalan antara debt collector dan aparat, tetapi sudah menyeret masyarakat luas ke dalam pusaran kekerasan, termasuk aksi perusakan warung dan fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian.

Kasus tersebut menjadi cerminan bahwa masyarakat menganggap profesi debt collector ini identik dengan praktik kekerasan dan intimidasi.

Suka tidak suka, sudah terbangun kesan yang sangat kuat di benak publik bahwa bicara debt collector itu identik dengan kekerasan dan intimidasi. Dari sisi citra saja, ini sudah sangat-sangat buruk,”

ujarnya.

Menurut Reza, persoalan debt collector seharusnya diselesaikan melalui mekanisme perdata. Namun, karena mekanisme perdata tidak memiliki daya paksa, muncul praktik-praktik vigilante yang mengedepankan kekerasan.

Karena mekanisme perdata tidak forceful, tidak punya daya tekan, akhirnya dikemas seolah-olah harus diselesaikan dengan cara-cara keras, seolah-olah pidana atau vigilante,”

katanya.

Pemerintah Harus Hadir

Polisi berjaga di area kios-kios yang terbakar pascakericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Polisi berjaga di area kios-kios yang terbakar pascakericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (12/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin/nym)

Ia menilai, dalam kondisi ini pemerintah harus hadir melalui otoritas penegak hukum untuk menghentikan praktik kekerasan yang dilakukan debt collector.

Yang terbayang oleh saya jelas lembaga penegakan hukum. Paling tidak untuk menghentikan cara-cara kekerasan dan praktik vigilante agar tidak terus dipraktikkan,”

ujarnya.

Reza menekankan pentingnya langkah mitigasi guna mencegah situasi semakin memburuk. Salah satunya adalah meningkatkan patroli keamanan di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah efek broken windows theory, yakni kondisi lingkungan yang tampak tanpa hukum dapat memicu aksi kriminal lanjutan.

Teori itu ingin mengatakan bahwa di sudut kota yang terkesan tidak hadir hukum, tidak ada keteraturan, maka akan memancing orang-orang di sekitar untuk melakukan perbuatan onar. Untuk menunjukkan bahwa hukum hadir, apalagi tidak di kawasan sekitar TKP, maka patroli harus dibicarakan,”

jelasnya.

Ia pun mengapresiasi kepolisian yang sudah menetapkan enam orang personil sebagai orang yang diminta pertanggung jawabannya. Baik secara etik, bahkan mungkin juga nanti pidana.

Itu langkah mitigasi yang bagus. Artinya, lewat penindakan itu, polisi tidak punya beban moral. Karena sudah melakukan penindakan secara internal.

Polisi tidak punya beban moral untuk melakukan penindakan secara eksternal terhadap kelompok-kelompok, terhadap orang-orang yang dianggap sudah melakukan pengerusakan,”

katanya.

Melihat banyaknya masyarakat yang resah dengan hadirnya debt collector, Reza dengan tegas mengatakan bahwa profesi tersebut tidak layak dipertahankan.

Tidak. Selama masih menggunakan cara-cara kekerasan, jelas tidak layak. Mekanisme penyelesaian sengketa kendaraan atau kredit seharusnya lewat perdata. Kalau muncul debt collector karena mereka punya daya paksa, itu forceful tapi ilegal,”

pungkasnya.

Tag:debt collectorHeadlinekalibatakekerasanmatelPengeroyokanpolisi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pemain Timnas Indonesia
Olahraga

Elkan Baggott Sudah Tiba! Timnas Indonesia Siap Tempur di FIFA Series

Para pemain Timnas Indonesia mulai tiba di hotel tempat tim menginap menjelang ajang FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada 27–30 Maret 2026. Kedatangan para pemain ini diketahui melalui unggahan…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read
Pengunjung melihat gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) saat berwisata di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta
Megapolitan

Libur Lebaran Wisata Jabodetabek Diserbu Pengunjung, Puncak Melonjak 50 Persen

Libur Lebaran dimanfaatkan masyarakat sebagai momentum berharga untuk melepas penat sekaligus mempererat kebersamaan dengan keluarga. Sejumlah destinasi wisata di area Jabodetabek pun dipadati pengunjung yang datang dari berbagai wilayah.  Antusiasme…

By
Iren Natania
Amin Suciady
3 Min Read
Sumber foto: Jasa Marga
Nasional

H+1 Lebaran 2026: Lalu Lintas Jabodetabek-Bandung Melonjak Tajam

Pada H+1 libur Idulfitri 1447H/2026M yang jatuh pada Minggu, 22 Maret 2026, volume kendaraan di sejumlah ruas tol masih menunjukkan peningkatan signifikan. Melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT), pihak…

By
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Banjir di permukiman padat penduduk Kedoya
Megapolitan

46 RT di Jaktim Terendam Banjir Saat Lebaran

Sejumlah wilayah Jakarta terendam banjir akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Sabtu,…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
By
Rahmat
Ivan
1 hari lalu
Pemantauan hilal penentuan 1 Syawal 1447 H di Jakarta
Megapolitan

Jadwal Imsak Hari Terakhir Ramadan di DKI Jakarta, Puasa Penutup Jelang Lebaran

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 hari lalu
Ilustrasi Hujan
Megapolitan

Jumat Terakhir Ramadan, BMKG Prediksi Hujan Guyur Sebagian Besar Jakarta

Hari terakhir Ramadan di wilayah DKI Jakarta diprakirakan akan didominasi hujan pada…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 hari lalu
Ilustrasi hujan ringan
Megapolitan

BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, Warga Diminta Waspada Angin Kencang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi prakiraan cuaca di wilayah DKI…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
5 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up