Pemprov DKI Jakarta resmi melakukan pembongkaran tiang-tiang monorail sepanjang jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Sebanyak 109 tiang itu dibongkar setelah menopang selama 22 tahun di kawasan Jakarta Selatan itu.
Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung jalan Rasuna Said semuanya akan ditata rapi dan saya meyakini ini akan membuat jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,”
kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di lokasi, Rabu, 14 Januari 2026.
Sebagaimana diketahui proyek monorail itu sebelumnya dikerjakan oleh PT Adhi Karya saat Gubernur Sutiyoso menjabat. Setelah purna tugas, proyek tersebut kemudian mangkrak dengan menyisakan 109 tiang yang sudah dicanangkan.
Pramono Anung menjelaskan sebelum tiang monorail itu dibongkar, pihaknya sudah lebih dulu berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar nantinya tidak terjadi masalah hukum. Lalu juga dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta juga sudah menyatakan sengketa itu sudah dinyatakan selesai.
Pemprov DKI juga sebelumnya sudah berkirim surat ke PT Adhi Karya untuk membongkar sendiri tiang-tiang tersebut hingga bulan November 2025 lalu. Hanya saja surat tersebut tidak diindahkan dan Pemprov sendiri yang harus turun tangan.
Kami kasih batas waktu satu bulan tidak bisa dibongkar. Dan kami tentunya masih berkomunikasi terus dengan Adhi Karya karena bagi saya pribadi penyelesaian ini juga harus membuat semua orang merasa nyaman lah dan apa yang kami lakukan nanti kami sampaikan,”
kata dia.
Pun nantinya besi-besi yang sudah menopang tiang monorail itu nantinya akan dikembalikan ke pihak Adhi Karya agar nantinya tidak menjadi masalah hukum.
Pramono bilang, tiang monorail di sepanjang jalan Rasuna Said bakal rampung pada bulan September mendatang. Setelahnya bekas-bekas lokasi tiang itu akan disulap menjadi jalanan hingga sarana kelengkapan lain.
Jadi penataannya yang dibuat adalah penataan dibuat jalan. Kemudian saluran trotoar, penerangan jalan umum, dan sarana kelengkapan lainnya dan juga tentunya estetika dari trotoar dan taman-taman yang ada,”
ujarnya.
Orang nomor 1 di Jakarta itu menambahkan selama tiang monorail dibongkar, dia memastikan tidak akan mengganggu pengguna jalan sebab akan dilakukan setiap malam harinya.
Bahwa pengerjaannya akan dilakukan pada malam hari. sehingga dengan demikian tidak ada penutupan jalur dan mudah-mudahan saya sudah minta kepada Bina Marga dan Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas tetap dijaga supaya tidak macet di tempat ini karena ini adalah jalur utama kita,”
tutup dia.

