Puasa Ramadan 1447 H memasuki hari ketujuh, yang bertepatan dengan tanggal 25 Februari 2026.
Hal yang perlu diperhatikan adalah jadwal imsak dan waktu sholat, agar sahur dapat diselesaikan tepat waktu sebelum masuk waktu fajar dan waktu berbuka bisa tepat waktu.
Jadwal imsak berfungsi sebagai pengingat awal bagi umat Islam untuk segera mengakhiri makan dan minum.
Meski bukan penanda wajib berhenti sahur, imsak menjadi alarm persiapan agar puasa dijalankan dengan lebih tertib dan tenang.
Dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag) jadwal imsak untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada hari ini jatuh pukul 04:32 WIB, sedangkan sholat Subuh dilakukan di waktu 04:42 WIB. Untuk waktu terbit sendiri pukul 05:55 WIB.
Bagi Anda yang ingin menjalankan shalat Dhuha, bisa dimulai pukul 06:23 WIB. Waktu Zuhur jatuh pukul 12:09 WIB, dan waktu Ashar pukul 15:15 WIB.
Waktu Magrib yang juga sekaligus penanda berbuka puasa jatuh pukul 18:16 WIB, dan waktu Isya pukul 19:26 WIB.
Seperti diketahui, Ramadan merupakan bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia.
Bulan ini merupakan periode yang sangat sakral karena di dalamnya terdapat berbagai kemuliaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.
Adapun beberapa keutaman Ramadan yang perlu Anda tahu, antara lain:
Keutamaan Bulan Ramadhan dalam Islam,
- Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Allah SWT menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa bulan Ramadan adalah bulan di mana kitab suci Al-Qur’an diturunkan, menjadikannya bulan yang penuh kemuliaan, petunjuk, dan pembeda antara yang hak dan batil.
Dalam Al-Quran Al-Baqarah: 185, berbunyi:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
- Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan dan keistimewaan. Allah SWT menjadikannya sebagai bulan yang dipenuhi dengan limpahan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
“Ketika bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Malam Lailatul Qadar
Salah satu keistimewaan terbesar bulan Ramadan adalah adanya Malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam Lailatur Qadar dilakukan di 10 hari terakhir Ramadan. Umat muslim diminta untuk banyak beribadah karena pahalanya luar biasa dan setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun. Allah SWT berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
- Bulan Pengampunan Dosa
Di bulan ini, umat muslim diminta untuk memohon ampun atas segala dosa-dosa yang pernah di lakukan. Ampunan diraih dengan bertobat, memperbanyak istigfar, memaafkan sesama, serta berdoa, terutama doa
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah kesempatan bagi setiap Muslim untuk kembali kepada Allah dan mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
- Bulan Dilipatgandakannya Pahala
Ramadan juga sangat istimewa karena setiap kebaikan yang bernilai pahala akan dilipatgandakan. Dalam hadis qudsi, Allah SWT berfirman:
“Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikan pahalanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Ramadhan sebagai Bulan Doa Mustajab
Ramadan merupakan alah satu momen istimewa karena waktu di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa saat berbuka terdapat doa yang tidak akan ditolak.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)


