Memasuki hari ke-10 Ramadan 1447 Hijriah, menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk semakin menguatkan konsistensi ibadah setelah memasuki pertengahan fase awal bulan suci.
Informasi mengenai jadwal imsak dan waktu salat menjadi panduan utama agar setiap rangkaian ibadah, mulai dari sahur hingga berbuka puasa, dapat dijalankan dengan tepat waktu dan penuh kekhusyukan.
Mengetahui jadwal imsak membantu masyarakat mempersiapkan sahur secara optimal sebelum memasuki waktu subuh, sementara ketepatan waktu salat menjadi pengingat ritme spiritual sepanjang hari.
Di tengah aktivitas harian yang tetap berjalan, kehadiran jadwal resmi imsakiyah menjadi acuan penting bagi keluarga, pekerja, hingga pelajar untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban duniawi dan ibadah Ramadan.
Dilansur dari data Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Ditjen Bimas Islam Kemenag RI), untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, waktu imsak jatuh pada pukul 04.33 WIB.
Selang sepuluh menit kemudian, adzan Subuh berkumandang pada pukul 04.43 WIB sebagai batas akhir dimulainya puasa harian.
Waktu terbit matahari pada hari ini jatuh pada pukul 05.55 WIB. Anda bisa memulai menjalankan shalat Dhuha pukul 06.23 WIB.
Adzan Zuhur berlangsung pukul 12.09 WIB. Dilanjutkan dengan Ashar pukul 15.13 WIB. Waktu Magrib dan berbuka puasa memasuki pukul 18.15 WIB. Sementara Isya jatuh pukul 19.24 WIB.
Bacaan Niat Puasa
Dilansir dari laman MUI Digital, menurut pendapat Mazhab Syafii, kita juga harus membiasakan diri untuk selalu berniat puasa di setiap malam bulan Ramadhan. Biasanya ini dilakukan setiap selesai shalat tarawih atau ketika makan sahur.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Berbuka Puasa
Membaca doa berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Momen berbuka puasa dianggap sebagai salah satu waktu mustajab untuk memanjatkan doa.
Oleh karena itu, kita disarankan untuk tidak melewatkan kesempatan ini dengan membaca doa sebelum menikmati hidangan berbuka.
Salah satu doa berbuka puasa yang populer adalah:
”اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ”.
Bacaan Latinnya adalah:
“Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’ala rizqika afthartu birohmatikaya arhamarrahimin.”
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki serta rahmat-Mu aku berbuka, wahai Yang Maha Pengasih.”
Selain doa tersebut, terdapat juga doa berbuka puasa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yang menekankan hilangnya dahaga dan harapan akan pahala:
”ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ”.
Bacaan Latinnya adalah:
“Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.”
Artinya: “Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah.”
Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk menimbun pahala kebaikan. Anda bisa melakukan banyak hal sepanjang bulan Ramadan, mulai dari membaca Al-Quran, menjalankan shalat sunnah, hingga berinfaq.


