Sejarawan Andi Achdian, buka suara terkait penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Secara gamblang ia mengatakan bahwa Soeharto tidak layak mendapat gelar tersebut.
Saya pribadi, saya akan bilang itu tidak layak,”
ujar Andi kepada owrite.id, Minggu, 23 November 2025.
Andi pun mengingatkan tentang sejarah Indonesia yang dipimpin oleh Soeharto selama tiga dekade. Ia merasa sejarah Orde Baru adalah pengalaman yang masih dirasakan langsung oleh generasi yang hidup hari ini.
Saya akan mengatakan bahwa pengalaman sejarah yang pernah ada selama tiga dekade, dengan korban yang masih hidup. Masih ada feeling belum selesai sejarah itu,”
jelasnya.
Menurutnya, hal itu juga yang menjadi penolakan dan kontroversi sejumlah masyarakat yang menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Tak hanya orang dewasa, ia pun terkejut Generasi Z juga melakukan penolakan.
Tapi juga sangat mengejutkan bahwa saya melihat dan mengikuti berita, Kalangan Gen Z kuat juga gitu ya untuk mengatakan bahwa hal itu tidak (layak). Secara personal saya akan bilang seperti itu,”
tuturnya.
Beberapa waktu terakhir muncul kontroversi mengenai upaya penulisan ulang sejarah oleh Kementerian Kebudayaan. Ia pun sempat mengkritisi hal, mengkhawatirkan adanya kemungkinan narasi baru yang mereduksi fakta sejarah dan mengaburkan tanggung jawab politik pada era Orde Baru.
Saya juga sempat mengkritisi upaya penulisan ulang sejarah oleh kementerian kebudayaan itu dan kami datang ke DPR, kami sempat diskusi tentang itu,”
tandasnya.


