Ketua Tim Kerja Produksi dan Diseminasi Informasi Cuaca BMKG, Dr. Ida Pramuwardani, memberikan peringatan penting kepada masyarakat seiring meningkatnya fenomena cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.
Seperti diketahui, Indonesia sedang dilanda berbagai bencana hidrometeorologi besar—mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor yang menghantam beberapa provinsi di Sumatera (Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara), Jawa Barat, Kalimantan, serta NTB.
Sumatera menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Berdasarkan data resmi BNPB per Senin (8/12/2025) pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang telah mencapai 950 orang.
Dr. Ida menjelaskan bahwa BMKG terus memperbarui prediksi cuaca secara real time berdasarkan dinamika atmosfer terbaru.
BMKG selalu memutakhirkan perkiraan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia sesuai perubahan atmosfer,”
Ida kepada owrite.id.
Ia menambahkan, pola cuaca ekstrem saat ini dipengaruhi oleh sistem monsun, anomali fenomena atmosfer, hingga penguatan konvergensi yang memicu munculnya awan hujan skala lokal hingga regional.
Ida memastikan bahwa BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap potensi cuaca ekstrem dan siap mengeluarkan peringatan dini apabila terindikasi adanya ancaman bencana.
BMKG akan terus memberikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu,”
Ida.
Himbauan BMKG Cuaca Tidak Stabil
Pihak BMKG juga memberikan beberapa himbauan penting agar masyarakat tidak panik jika cuaca ekstrem ini terus berlanjut di Indonesia.
Ida mengatakan Masyarakat harus waspada terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
Selanjutnya, Ida juga mengatakan agar menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang.
Tetap gunakan tabir surya dan cukupi asupan cairan tubuh, karena cuaca terik dapat terjadi sewaktu-waktu. Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja,”
Ida.
Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru,”
Ketua Tim Kerja.



