Cuaca ekstrem melanda wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak beberapa hari terakhir. Aktivitas wisata bahari di kawasan tersebut pun akhirnya mengalami kendala.
Untuk itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara pelayaran menuju Pulau Padar dan Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).
Penutupan aktivitas berlayar ini berlaku bagi kapal wisata maupun kapal lainnya. Surat pemberitahuan itu disampaikan dalam unggahan KSOP di Instagram.
Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa kapal-kapal yang berlayar di perairan Labuan Bajo dan Perairan Taman Nasional Komodo memperhatikan prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG mulai tanggal 26 Desember 2025 – 1 Januari 2026 agar menghindari perairan yang berpotensi cuaca ekstrem di Labuan Bajo. Karena perkiraan gelombang tinggi, arus dan angin kuat, tetap waspada dan memerhatikan cuaca melalui situs BMKG.
Pelayanan surat persetujuan berlayar (PSB) tujuan Padar-Komodo ditutup sementara sampai cuaca kembali membaik,”
demikian imbauan tersebut seperti dikutip dari Instagram @djpl_ksoplabuanbajo, Senin, 29 Desember 2025.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan, keputusan tersebut diambil menyusul potensi cuaca ekstrem serta insiden kecelakaan kapal wisata yang terjadi pada Jumat, 26 Desember 2026 malam di perairan Pulau Padar.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa keselamatan wisatawan merupakan prioritas utama.
Kami mengimbau seluruh pelaku usaha wisata, operator, kapal, serta wisatawan untuk mematuhi arahan otoritas dan tidak melakukan aktivitas bahari hingga kondisi cuaca dinyatakan aman,”
tandasnya.
Seperti diketahui, kapal wisata KM Putri Sakinah mengalami mesin mati dan tenggelam di perairan Pulau Padar. Dari total 11 penumpang, tujuh orang berhasil di evakuasi dalam kondisi selamat, sementara empat lainnya masih dalam proses pencarian.
Penutupan sementara ini juga bertujuan mempermudah Tim SAR gabungan dalam melakukukan pencarian dan evakuasi terhadap empat korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang hingga kini masih dinyatakan hilang.



