Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 27 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kaleidoskop Setahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Gempita Asta Cita dan Ketimpangan Realisasi
Nasional

Kaleidoskop Setahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Gempita Asta Cita dan Ketimpangan Realisasi

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Desember 29, 2025 2:47 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Sidang kabinet paripurna tersebut membahas penanganan bencana serta kesiapan pemerintah menghadapi periode libur akhir tahun. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU)
SHARE

20 Oktober 2024, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Mereka memiliki Asta Cita alias delapan misi strategis yang menjadi turunan dari visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

Daftar isi Konten
  • 1. Sektor ekonomi:
  • 2. Program unggulan: Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • 3. Sektor hukum dan legislasi:
  • 4. Sektor politik dan demokrasi:
  • 5. Ibu Kota Nusantara

Namun, tahun ini berakhir dengan catatan tebal di meja Istana. Pemerintah terus bergerak demi mewujudkan keberhasilan Indonesia masa mendatang. Memang butuh waktu, namun janji politik belum semua terealisasi maksimal.

Pemerintah Prabowo-Gibran seperti gegap gempita di podium, namun ngos-ngosan di lapangan.

1. Sektor ekonomi:

  • Ambisi 8 persen: Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi ambisius menuju 8 persen, sebagai syarat menjadi negara maju. Realitanya, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,04 persen (yoy) pada Triwulan III-2025. Angka ini menunjukkan stagnasi alias tidak bergerak jauh dari rata-rata 5 persen era sebelumnya, ini akibat lesunya daya beli dan ketidakpastian global;
  • Nilai tukar rupiah: Berniat menjaga stabilitas Rupiah pada kisaran Rp15.000-Rp15.400 per USD. Faktanya, rupiah melemah hingga ke level Rp16.150 per USD pada penghujung tahun. Pelemahan ini dipicu oleh keraguan investor asing terhadap pelebaran defisit anggaran Indonesia, yang membuat mereka menarik modal ke negara lain;
  • Defisit APBN: Menjaga disiplin fiskal dengan defisit di angka aman (2,29 persen PDB). Namun, defisit APBN melebar hingga 2,35 persen terhadap PDB (posisi per November 2025) dan diproyeksikan mendekati 2,8 persen di tutup buku Desember. Pelebaran ini terjadi lantaran pendapatan negara meleset, sementara belanja program populis terus digenjot;
  • Beban bunga utang: Efisiensi belanja untuk sektor produktif. Kenyataan, pemerintah harus membayar bunga utang Rp552,1 triliun di tahun 2025. Jumlah tersebut mencakup hampir 16 persen dari outlook total belanja negara, menjadikannya salah satu beban fiskal terbesar tahun ini. Angka fantastis ini “memakan” porsi APBN yang seharusnya bisa dipakai untuk subsidi atau infrastruktur, membatasi ruang gerak fiskal pemerintah baru;
  • Dampak PPN 12 persen: Pemerintah ingin meningkatkan rasio pajak demi pendapatan negara. Realitanya, kebijakan PPN 12 persen yang berlaku sejak Januari 2025 menjadi bumerang bagi sektor ritel. Asosiasi pengusaha mencatat penurunan omzet rata-rata 15-20 persen di sektor makanan-minuman dan tekstil, karena masyarakat kelas menengah menahan belanja akibat harga barang makin mahal.

2. Program unggulan: Makan Bergizi Gratis (MBG)

Salah satu janiji Prabowo ialah memberikan makan siang gratis bagi anak sekolah dan santri secara masif sejak tahun pertama menjabat. Anggaran awal mencapai Rp71 triliun. Hingga kini, program tersebut baru mencapai 35 persen dari total target populasi siswa (fokus di daerah 3T dan kantong kemiskinan kota). Program tersebut belum dirasakan seluruh penerima.

Penyerapan anggaran tergolong tinggi, tapi efektivitas MBG dipertanyakan. Bahkan ada korban dari program ini, yakni tercatat 45 kasus keracunan massal di 12 provinsi, periode Januari-November 2025, akibat vendor katering lokal tak memenuhi standar sanitasi.

Artinya, program ini tak lepas dari kekurangan. Misal, perihal rantai pasok karena terjadi inflasi harga bahan pokok lokal (telur dan ayam) di beberapa daerah karena lonjakan permintaan mendadak dari vendor MBG, yang menyusahkan ibu rumah tangga non-penerima manfaat. Menu makanan juga sering “di bawah standar” yang ditetapkan, akibat pemotongan margin oleh vendor berlapis.

3. Sektor hukum dan legislasi:

  • Revisi UU Kementerian: Perubahan regulasi diselesaikan dalam waktu super singkat, kurang dari sebulan, menjelang pelantikan presiden. Dampaknya, menghapus batasan jumlah kementerian (sebelumnya maksimal 34 kementerian). Ini menjadi landasan hukum terbentuknya kabinet “gemuk”. Publik menganggap legislasi tersebut dikebut bukan demi efektivitas kerja pemerintah, melainkan untuk mengakomodasi bagi-bagi kursi koalisi;
  • RUU Perampasan Aset: RUU Perampasan Aset—yang digadang-gadang sebagai senjata pamungkas memiskinkan koruptor—kembali gagal disahkan di tahun 2025. Pembahasan terus tertunda dengan alasan “masih membutuhkan kajian mendalam” dan perdebatan frasa hukum. Publik menilai penundaan ini sebagai ketakutan kolektif para eliet politik, sebab aset tidak wajar miliknya dapat disita negara tanpa putusan pidana yang panjang;
  • Revisi UU TNI: Revisi paket undang-undang ini berjalan mulus dan cepat. Poin krusialnya adalah pelonggaran aturan yang memungkinkan perwira aktif menduduki lebih banyak jabatan sipil. Masyarakat sipil menyoroti ini sebagai kemunduran reformasi dan bangkitnya neo-dwifungsi, yaitu prajurit semakin campur tanagan ke ranah sipil dan pemerintahan;
  • RUU Masyarakat Adat: Di tengah maraknya konflik agraria akibat Proyek Strategis Nasional dan pembangunan Ibu Kota Negara, RUU ini justru tidak mendapat prioritas pembahasan. Realitanya, perlindungan hukum bagi warga adat yang tanahnya terancam investasi tetap lemah, menunjukkan bahwa legislasi 2025 lebih berpihak pada investor ketimbang warga lokal;
  • Fenomena masih “No Viral No Justice”. Realita hukum di kepolisian dan kejaksaan belum banyak berubah. Sepanjang 2025, keadilan seringkali baru hadir setelah kasusnya diramaikan netizen di media sosial. Ini menandakan sistem pelaporan formal (Laporan Polisi) masih macet atau lambat direspons jika pelapor ialah rakyat kecil tanpa beking atau tanpa viralitas.

4. Sektor politik dan demokrasi:

  • 49 kementerian. Dampaknya, pada semester I-2025, birokrasi mengalami “kelumpuhan parsial” karena penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja, perpindahan gedung, dan rebutan anggaran antar-kementerian baru;
  • Peta Parlemen: Koalisi pemerintah menguasai 85- 90 persen kursi DPR. Maka, fungsi check and balances nyaris mati. Rapat dengar pendapat kementerian berjalan mulus tanpa kritik tajam;
  • Indeks demokrasi diprediksi turun karena minimnya ruang bagi oposisi dan masyarakat sipil yang makin tertekan oleh regulasi hasil otak regulator.

5. Ibu Kota Nusantara

  • Pemerintah menargetkan pemindahan ASN tahap awal secara masif, sekitar belasan ribu, pada tahun ini. Namun, jumlah ASN pindah baru sekitar 3.000-5.000 orang, dengan alasan ketersediaan hunian dan fasilitas pendidikan anak belum memadai;
  • Investasi asing: Banyak Letter of Intent (LoI), tapi realisasi groundbreaking asing minim. Pembangunan masih didominasi konsorsium lokal (Agung Sedayu, Sinarmas, dll) dan BUMN Karya;
  • APBN masih menjadi penopang utama (>50 persen pembiayaan riil tahun 2025), meleset dari janji “hanya 20 persen APBN”.
Tag:gibran rakabuming rakaKaleidoskopPrabowo SubiantoPresidenSpillwakil presiden
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Presiden Donald Trump
Internasional

Trump Tunda Serangan ke Infrastruktur Energi Iran hingga April 2026

Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April 2026. Keputusan ini diambil di tengah klaim adanya proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Harga Emas
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Antam Turun Rp40.000, Dibanderol Rp2,81 Juta per Gram

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan sebesar Rp40.000 pada hari ini, Jumat 27 Maret 2026. Dilansir dari lama Logam Mulia, harga emas Antam hari ini tembus…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Ilustrasi hujan
Megapolitan

BMKG: Jakarta Didominasi Hujan Ringan Hari Ini, Warga Diimbau Waspada Angin Kencang

Wilayah DKI Jakarta diprakirakan akan didominasi hujan pada hari ini, Jumat 27 Maret 2026. Dari pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta…

By
Syifa Fauziah
Ivan
1 Min Read

BERITA LAINNYA

Prajurit TNI Yonif Raider 112 Dharma Jaya mendengarkan arahan usai upacara penyambutan kepulangan Satgas Pengamanan Perbatasan Papua Nugini di Pelabuhan Umum Krueng Geukuh, Aceh Utara
Nasional

Tolak Revitalisasi Internal, Koalisi Gaungkan Darurat Reformasi TNI

Rencana revitalisasi internal TNI yang digagas setelah pertemuan Menteri Pertahanan dan Panglima…

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
By
Adi Briantika
Ivan
17 jam lalu
Dokumentasi owrite
Nasional

Teror Air Keras Aktivis KontraS Disebut Ancaman Demokrasi, RECHT Singgung Pernyataan Presiden

Direktur Eksekutif Research and Education Center for Humanitarian Transparancy Law (RECHT) Institute…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
17 jam lalu
Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigjen Pol Tjahyono Saputro
Nasional

Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Polri Lanjutkan KRYD Kawal Sisa Arus Balik

Polri resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada Rabu, 25 Maret 2026, pukul…

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
By
Adi Briantika
Ivan
18 jam lalu
Penumpang Kereta Cepat Whoosh saat libur Lebaran. (Sumber: KCIC)
Nasional

Penumpang Kereta Cepat Whoosh Naik 11,3% Selama Lebaran 2026, Tembus 224 Ribu

KCIC mencatat adanya peningkatan volume penumpang Whoosh selama periode Angkutan Lebaran 2026.…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up