Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mempercepat digitalisasi pendidikan nasional, termasuk menghadirkan solusi bagi sekolah-sekolah yang kekurangan guru melalui penggunaan layar interaktif dan sistem pembelajaran jarak jauh.
Dalam pidatonya di acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat (AS). Prabowo menyebut pemerintah telah mendistribusikan ratusan ribu layar interaktif pintar ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Pada akhir Desember 2025, kami telah mengirimkan lebih dari 288.000 layar. Itu hampir mencakup semua sekolah di Indonesia,”
kata Prabowo, dikutip Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menjelaskan, perangkat tersebut memungkinkan seluruh silabus (rencana pembelajaran) sekolah tersimpan dalam sistem digital dan dapat diakses kapan saja. Melalui teknologi itu, pemerintah juga menyiapkan studio pusat yang diisi guru-guru terbaik untuk mengajar secara daring ke daerah-daerah terpencil.
Di mana tidak ada guru, kita memiliki studio pusat dengan guru-guru terbaik bangsa yang mengajar melalui jarak jauh,”
ujarnya.
Prabowo menuturkan, digitalisasi pendidikan menjadi langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan kualitas pengajaran antara kota dan daerah terpencil, termasuk wilayah kepulauan dan pegunungan yang sulit dijangkau. Menurutnya, sistem ini juga memungkinkan pemantauan proses belajar secara langsung dari pusat.
Dari Jakarta, saya bisa melihat ruang kelas mana pun di pelosok Indonesia. Saya bisa melihat apakah gurunya ada atau tidak,”
beber dia.
Ia mengklaim respons siswa, guru, dan orang tua terhadap program tersebut cukup positif. Pemerintah pun berencana menambah tiga layar interaktif untuk setiap sekolah pada tahun ini, dengan target seluruh ruang kelas di Indonesia terdigitalisasi sebelum akhir masa jabatannya.
Prabowo menilai, investasi pada infrastruktur digital pendidikan bukan sekadar modernisasi teknologi, melainkan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang lebih unggul dan merata di seluruh wilayah Indonesia.


