Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh mengimbau kepada Seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk tetap tenang di tengah meningkatnya dinamika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Selain itu para WNI juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di sekitar domisilli masing-masing.
Memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya, serta senantiasa mematuhi arahan dan imbauan dari otoritas Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh,”
tulis keterangan tersebut seperti dikutip dari laman Instagram @indonesiainriyadh, Minggu, 1 Maret 2026.
Para WNI juga diminta melakukan lapor diri ke KBRI Riyadh melalui laman: https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html. Dan juga Bergabung dalam grup WhatsApp resmi paguyuban WNI di wilayah masing-masing, guna memudahkan koordinasi dan penyampaian informasi penting dari KBRI Riyadh.
Para WNI juga agar tidak lupa dan diingatkan untuk menyiapkan dan menyimpan dokumen penting seperti paspor dan dokumen identitas lainnya dalam bentuk fisik dan digital yang mudah diakses jika diperlukan sewaktu-waktu.
Bila tidak ada keperluan mendesak, KBRI Riyadh melarang keras para WNI untuk melakukan perjalanan ke negara atau wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi situasi keamanan.
Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan, agar segera menghubungi pihak maskapai untuk mendapatkan informasi terkini terkait jadwal dan status penerbangan. Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor Whatsapp +966569173990,”
tambahnya.
KBRI Riyadh pun akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait. Informasi lanjutan akan segera disampaikan apabila terdapat hal-hal yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari WNI.
Seperti diketahui, Israel melancarkan serangan Iran, tepatnya di wilayah Teheran, pada Sabtu, 28 Februari 2026 pagi waktu setempat. Serangan Israel yang dimotori Amerika Serikat tersebut ditujukan pada lokasi sipil dan infrastruktur vital di Tehran.
Tak lama kemudian, Iran melakukan serangan balik ke wilayah Israel. Serangan ini melibatkan gelombang pertama rudal balistik dan pesawat tak berawak (drone).


