Persiapan Timnas Indonesia menuju ajang FIFA Series 2026 menghadapi tantangan yang tidak biasa. PSSI mengkhawatirkan potensi kendala perjalanan bagi para pemain diaspora yang bermain di Eropa akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa situasi geopolitik tersebut dapat memengaruhi jalur penerbangan internasional menuju Indonesia.
Kondisi ini membuat federasi harus lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan para pemain.
Jika rute penerbangan terganggu, proses pemanggilan pemain diaspora untuk memperkuat Timnas Indonesia bisa menjadi lebih rumit.
Pesan Tiket Pemain Diaspora
Hingga saat ini, PSSI masih menahan diri untuk memesan tiket pesawat bagi pemain yang bermain di luar negeri.
Federasi masih menunggu perkembangan terbaru mengenai jalur penerbangan yang aman dari Eropa menuju Indonesia.
Beberapa opsi perjalanan alternatif juga sedang dipertimbangkan, termasuk kemungkinan rute memutar melalui Amerika Serikat.
Arya Sinulingga mengakui situasi tersebut cukup membuat khawatir.
Saya sedikit khawatir mengenai hal ini penerbangan teman-teman, kalau yang bisa bertanding, dari Eropa sedikit. Kita tahu situasi di Timur Tengah seperti itu,”
kata Arya kepada awak media termasuk owrite.id.
Meski begitu, PSSI tetap berupaya mencari berbagai solusi agar seluruh pemain bisa bergabung tepat waktu dengan skuad Garuda.
Nanti coba dicari cara bagaimana supaya apakah memungkinkan untuk terbang ke Indonesia atau tidak,”
ujarnya.
Persiapan Timnas Mepet Lebaran
Selain masalah penerbangan internasional, Timnas Indonesia juga menghadapi tantangan lain dalam masa persiapan.
Jadwal pemusatan latihan yang direncanakan berlangsung pada akhir Maret bertepatan dengan periode Lebaran.
Hal ini berpotensi memengaruhi ketersediaan pemain lokal yang biasanya ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga.
Arya Sinulingga menjelaskan bahwa waktu yang dimiliki pelatih untuk mengumpulkan pemain tergolong sangat singkat.
Sekarang tanggal pertengahan akhir Liga (Super) sudah berhenti, harusnya sudah bisa sebagian besar (datang), mungkin,”
ungkap Arya Sinulingga.
Tapi, mepet juga dengan Lebaran. Pasti pemain kita juga ingin pulang Lebaran. Ini waktu yang singkat bagi pelatih untuk mengumpulkan mereka,”
tambahnya.
Situasi ini membuat tim pelatih harus mengatur strategi pemanggilan pemain dengan sangat efisien.
Timnas Indonesia dijadwalkan tampil dalam ajang FIFA Series 2026 pada akhir Maret mendatang. Pasukan Garuda akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026.
Hasil pertandingan tersebut akan menentukan langkah Indonesia menuju laga berikutnya.
Jika berhasil meraih kemenangan, Indonesia akan bertemu pemenang laga antara Bulgaria melawan Kepulauan Solomon pada 30 Maret 2026.
Turnamen ini menjadi kesempatan penting bagi Timnas Indonesia untuk menguji kekuatan skuad sekaligus meningkatkan peringkat FIFA.
