Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 14 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Anggaran Terbatas, Status Bencana Nasional Banjir Sumatera Tertahan
Daerah

Anggaran Terbatas, Status Bencana Nasional Banjir Sumatera Tertahan

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: Desember 2, 2025 5:57 pm
Anisa Aulia
Ivan
Share
Bencana longsor di Tapanuli Selatan
Bencana longsor di Tapanuli Selatan (ANTARA FOTO/Yudi Manar/agr)
SHARE

Pemerintah tak juga menetapkan status bencana nasional atas banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Keterbatasan anggaran disebut menjadi penyebab pemerintah enggan menetapkan status bencana nasional.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyatakan pemerintah seharusnya sudah menetapkan status bencana nasional atas banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Harusnya sudah ditetapkan status bencana nasional karena korban jiwa lebih dari 600 orang, dan kerugian ekonomi menembus Rp68,6 triliun,”

Bhima kepada owrite Selasa, 2 Desember 2025.

Bhima menjelaskan, satu-satunya alasan pemerintah tak kunjung menetapkan status bencana nasional karena keterbatasan anggaran.

Sebab anggaran hasil efisiensi tahun ini sudah terlanjur diberikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga menyebabkan anggaran tanggap bencana turun signifikan.

Alasan kenapa pemerintah tidak mau naikkan status bencana nasional karena anggaran sudah akhir tahun dan terlanjur hasil efisiensi masuk ke program seperti MBG. Hasilnya anggaran untuk tanggap bencana berkurang signifikan. Bahkan anggaran BNPB terendah dalam 18 tahun terakhir,”

Bhima.

Sikap pemerintah yang enggan menetapkan status bencana nasional satu-satunya alasan yang masuk akal adalah soal keterbatasan anggaran,”

Bhima.

Sebagai catatan, BNPB pada 2024 mendapatkan alokasi sebesar Rp4,92 triliun, namun turun separuhnya pada 2025 yang hanya sebesar Rp2,01 triliun. Sedangkan tahun 2026 alokasi kembali turun sebesar Rp491 miliar.

Untuk itu, Bhima meminta kepada pemerintah agar anggaran MBG 2026 yang dialokasikan sebesar Rp335 triliun dipangkas, dan dikembalikan ke pos belanja yang terkena efisiensi.

Anggaran MBG sebesar Rp335 triliun harus dipangkas dan dikembalikan ke pos belanja yang terkena efisiensi, termasuk dana tanggap bencana hingga dana transfer daerah. Sebagian besar daerah tidak dapat melakukan tanggap bencana secara cepat akibat efisiensi anggaran,”

Bhima.

Bhima menilai, kapasitas daerah menjadi kunci agar penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat. Menurutnya tidak adil saat sumber daya alam di Sumatera banyak dinikmati pemerintah pusat, sedangkan daerah mengalami pemangkasan anggaran akibat efisiensi.

Ini tidak adil ya, sumber daya alam baik tambang dan sawit banyak dinikmati pusat, sementara daerah dan institusi tanggap bencana seperti BNPB dan Basarnas alami pemangkasan anggaran. Pemerintah pusat harus tanggung jawab dengan cara percepat penyaluran bantuan dan rekonstruksi pasca bencana, ya jalan yang paling dekat harus jadi status bencana nasional dulu,”

Bhima.

Adapun dalam laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Selasa, 2 Desember 2025, tercatat 604 orang meninggal dunia dan 464 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Selain itu, sekitar 2.600 warga mengalami luka-luka, sementara lebih dari 1,5 juta jiwa terdampak bencana ini. Tingginya intensitas hujan selama beberapa hari menyebabkan kerusakan luas dan gelombang pengungsian massal.

Tag:AnggaranBanjir dan LongsorBhima YudhistiraEditorialStatus Bencana
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kenapa Rasanya Cuma Kamu yang Selalu Berusaha Menjaga Hubungan? Ini Jawabannya!
By Salsabillah Irwanda
Kenapa Rasanya Cuma Kamu yang Selalu Berusaha Menjaga Hubungan? Ini Jawabannya!
1
Cara Mandi Wajib Laki-Laki, Lengkap dengan Niat dan Sunahnya
By Ani Ratnasari
Ilustrasi mandi wajib laki-laki
2
Update Kasus Ijazah Palsu: Polisi Segera Rilis Keputusan Kelengkapan Perkara Roy Suryo cs
By Rahmat
Roy Suryo Notodiprojo memberikan keterangan kepada wartawan usai sidang uji materi pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (23/2/2026).
3
Viral Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi”, DPR Bakal Panggil Pihak Terkait
By Hadi Febriansyah
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
4
Harga Emas Antam Melemah pada Rabu, 13 Mei 2026, Buyback Ikut Anjlok
By Syifa Fauziah
Pramuniaga menunjukkan emas Atntambatangan
5

BERITA LAINNYA

Produk Semen Indonesia
Daerah

Semen Indonesia Tebar Dividen Rp190,84 Miliar, Ini Jadwalnya

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp190,84…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
15 jam lalu
5kg tempe milik jemaah haji
Daerah

Heboh! Jemaah Haji Asal Indonesia Bawa 5 Kg Tempe Orek ke Jeddah

Seorang jemaah haji dari Indonesia menarik perhatian petugas keamanan di Bandara King…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
16 jam lalu
Suasana di lokasi perkantoran di Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang dijadikan tempat operasi judol jaringan internasional.
Daerah

ISESS: Berantas Judol Internasional Jangan Sekadar Gerebek, Harus Putus Aliran Uang

Bambang Rukminto, pengamat kepolisian dari ISESS, mengapresiasi Polri dalam penggerebekan gedung operasional…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
19 jam lalu
Evakuasi 11 bayi
Daerah

Kronologi Penitipan Bayi Ilegal di Sleman, Polisi Evakuasi 11 Bayi

Praktik penitipan bayi ilegal di wilayah Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta,…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
21 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up