Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 14 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Perang Udara Thailand-Kamboja Meletus, Jet Tempur Dikerahkan
Internasional

Perang Udara Thailand-Kamboja Meletus, Jet Tempur Dikerahkan

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Desember 8, 2025 10:21 pm
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Ilustrasi peralatan perang
Ilustrasi peralatan perang (Foto: Istimewa)
SHARE

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali mencapai titik kritis. Pada Senin, 8 Desember 2025, militer Thailand resmi mengerahkan serangan udara ke wilayah perbatasan Kamboja.

Daftar isi Konten
  • Thailand dan Kamboja Mengklaim Wilayah
  • Dokumen Kolonial Masih Jadi Rujukan
  • Faktor Geografis dan Sejarah
  • Jet Tempur Dikerahkan
  • Langgar Gencatan Senjata
  • Tembakkan Roket ke Permukiman Thailand

Tindakan ini menjadi respons langsung atas bentrokan bersenjata yang sebelumnya menewaskan satu prajurit Thailand serta melukai empat lainnya di Provinsi Ubon Ratchathani.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Dr. Teuku Rezasyah, mengungkapkan konflik dua negara ASEAN tersebut bukan sekadar masalah perbatasan modern, melainkan bagian dari “bom waktu” yang diwariskan penjajah Eropa.

Ini adalah sisa-sisa pembagian wilayah pada masa kolonial. Prancis, saat itu, membagi area tanpa mempertimbangkan sisi sosial, budaya, atau linguistik masyarakat setempat,”

Teuku kepada owrite.id.

Menurutnya, garis perbatasan yang ditarik sepihak oleh Prancis pada masa penjajahan telah memisahkan komunitas yang sebenarnya memiliki keterkaitan erat secara historis dan kultural.

Thailand dan Kamboja Mengklaim Wilayah

Teuku menjelaskan bahwa kondisi ini membuat kedua negara meyakini bahwa area yang disengketakan merupakan hak masing-masing berdasarkan sudut pandang sejarah mereka.

Thailand merasa wilayah itu bagian dari identitas mereka, sementara pihak lain karena peta peninggalan kolonial menganggap sudah ‘menang’ secara administratif,”

Teuku.

Ia menegaskan bahwa pembagian seperti ini adalah praktik umum kekuatan kolonial seperti Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol, dan Portugal yang membawa kepentingan politik Eropa ke Asia Tenggara.

Dokumen Kolonial Masih Jadi Rujukan

Teuku menyebut bahwa tanah asal konflik ini terletak pada fakta bahwa dokumen-dokumen peninggalan penjajah masih digunakan sebagai dasar hukum internasional.

Sejarah ditulis oleh pihak yang menang. Maka, keputusan kolonial tersebut masih menjadi referensi resmi sampai sekarang,”

Teuku.

Pakar itu juga berbagi pengalaman ketika mengunjungi sebuah museum di Kamboja. Menurutnya, masyarakat Kamboja menyimpan dan mempelajari peta-peta kolonial dengan sangat rapi. Peta itu kemudian menjadi amunisi penting dalam negosiasi perbatasan dan menjadi bagian dari edukasi generasi muda.

Faktor Geografis dan Sejarah

Teuku menambahkan bahwa persoalan ini semakin rumit karena jarak antara Bangkok dan kawasan perbatasan mencapai sekitar 600 kilometer. Dalam teori geopolitik “center–periphery”, wilayah yang jauh dari pusat kekuasaan biasanya lebih sulit diawasi dan dikendalikan.

Baik Thailand maupun Kamboja mungkin tidak menyukai situasi yang diwariskan ini, tetapi dokumen-dokumen kolonial itu sudah diakui secara internasional,”

Jet Tempur Dikerahkan

Sementara itu situasi di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali memanas. dimana militer Thailand secara resmi melancarkan serangan udara ke wilayah perbatasannya dengan Kamboja.

Langkah ini diambil setelah terjadi bentrokan yang menewaskan satu tentara Thailand dan melukai empat lainnya di wilayah Ubon Ratchathani, provinsi timur Thailand.

Dalam keterangan resmi, militer Thailand menyatakan bahwa pihaknya terpaksa mengerahkan pesawat tempur untuk menyerang sejumlah titik yang dianggap sebagai posisi militer Kamboja.

Thailand kini mulai menggunakan pesawat untuk menghantam target-target militer di beberapa lokasi,”

pihak militer.

Kementerian Pertahanan Kamboja membenarkan bahwa dua lokasi di wilayahnya terkena serangan udara saat fajar. Namun, mereka menegaskan tidak memberikan balasan tembakan.

Langgar Gencatan Senjata

Wilayah perbatasan dua negara beberapa hari terakhir berubah menjadi zona panas. Baku tembak antar pasukan meletus, bahkan sebelumnya menewaskan seorang prajurit Thailand.

Padahal, Thailand dan Kamboja masih berada dalam masa gencatan senjata. Namun, masing-masing negara saling menuding sebagai pihak pelanggar kesepakatan damai yang dimediasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Perang antara Thailand dan Kamboja sebelumnya pecah pada Juli lalu dan berlangsung selama lima hari. Konflik itu menyebabkan 48 orang tewas dan memaksa sekitar 300.000 warga mengungsi. Kesepakatan damai baru tercapai pada Oktober di Kuala Lumpur dengan dukungan Malaysia sebagai Ketua ASEAN.

Tembakkan Roket ke Permukiman Thailand

Di tengah meningkatnya konflik, laporan terbaru menyebutkan bahwa militer Kamboja menembakkan roket BM-21 ke salah satu area permukiman Thailand di Ban Sai Tho 10, Buri Ram, pada Senin pagi. Hingga kini belum ada laporan korban akibat serangan tersebut.

Sementara itu, The Nation Thailand melaporkan bentrokan sengit terjadi di sejumlah titik perbatasan, termasuk Chong An Ma, Hill 677, Huai Tamalia, daerah Khna, dan Prasat Ta Muen Thom.

Juru Bicara Angkatan Darat Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvaree, mengatakan bahwa Thailand kini telah mengerahkan jet tempur untuk menyerang target yang dianggap mengancam wilayahnya.

Lokasi serangan prioritas berada di Chong An Ma, Prasat Khana, dan Preah Vihear—yang diduga sebagai pos komando Kamboja.

Angkatan Udara Kerajaan Thailand juga memastikan bahwa sejumlah F-16 telah diterjunkan untuk memberikan dukungan tembakan jarak dekat kepada pasukan darat.

Tag:Pentrokan BersenjataPerbatasan KambojaSerangan UdaraThailand dan Kamboja
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Update Kasus Ijazah Palsu: Polisi Segera Rilis Keputusan Kelengkapan Perkara Roy Suryo cs
By Rahmat
Roy Suryo Notodiprojo memberikan keterangan kepada wartawan usai sidang uji materi pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (23/2/2026).
1
Viral Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi”, DPR Bakal Panggil Pihak Terkait
By Hadi Febriansyah
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
2
Harga Emas Antam Melemah pada Rabu, 13 Mei 2026, Buyback Ikut Anjlok
By Syifa Fauziah
Pramuniaga menunjukkan emas Atntambatangan
3
Ramai Soal Larangan Fotokopi e-KTP, Begini Penjelasan Dukcapil
By Ani Ratnasari
Fotokopi e-KTP
4
Prabowo Klaim Juni 2026 Negara Akan Terima Setoran Rp49 Triliun, Uang Apa?
By Rahmat
Presiden Prabowo Subianto
5

BERITA LAINNYA

Trump Tiba di Bandara Beijing dan Disambut Secara Meriah oleh Pejabat Tinggi China
Internasional

Tiba di Beijing, Donald Trump Siap Bertemu Xi Jinping

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendarat di Beijing dengan pesawat Air…

iren natania longdongSyifa Fauziah
By
Iren Natania
Syifa Fauziah
8 jam lalu
Presiden AS, Donald Trump. (Sumber: whitehouse.gov)
Internasional

Jelang Pertemuan Trump dan Xi, Isu Perang Iran Bakal Dibahas

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia akan mengangkat isu…

iren natania longdongSyifa Fauziah
By
Iren Natania
Syifa Fauziah
13 jam lalu
Mojtaba Hosseini Khamenei resmi terpilih jadi pemimpin tertinggi Iran mengganti peran sang ayah Ayatollah Ali Khamenei. (Sumber: Iran International)
Internasional

Pemerintah Iran Pecah dari Dalam, Pemimpin Bakal Larikan Diri ke Rusia

Runtuhnya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah meningkatkan kekhawatiran bahwa…

iren natania longdongSyifa Fauziah
By
Iren Natania
Syifa Fauziah
14 jam lalu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Internasional

DPR dan Senat AS Pusing Trump Bakar Rp508 Triliun Buat Perang Lawan Iran, Hasilnya?

Anggota Partai Republik maupun Partai Demokrat yang berada di DPR dan Senat,…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
21 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up