Di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, banyak masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar kota untuk berlibur.
Untuk itu, pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama bagi mereka yang berencana meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Agar perjalanan liburan Nataru terasa lebih tenang, masyarakat diminta untuk melakukan beberapa strategi untuk mengantisipasi risiko kebakaran akibat aliran listrik.
Nah kali ini owrite akan merangkum tips aman meninggalkan rumah saat libur Nataru agar tetap aman dan nyaman, seperti dilansir dari berbagai sumber, Rabu 10 Desember 2025.
- Pastikan Meteran Listrik Dalam Kondisi Baik
Hal yang harus diperhatikan adalah memastikan meteran listrik dalam kondisi baik. Jika ada kabel yang mengalami kerusakan, ganti atau serahkan kepada ahli kelistrikan untuk diperbaiki. - Cabut Semua Peralatan Listrik
Sebelum meninggalkan rumah, pastikan perangkat listrik dan perangkat elektronik dalam keadaan mati. Hal ini penting karena banyak kasus kebakaran yang terjadi dikarenakan kelalaian dari masyarakat itu sendiri, seperti lupa mematikan pendingin udara berhari-hari, lupa mematikan kipas angin, dan sebagainya. - Lepas Regulator Gas
Selain mencabut aliran listrik, Anda juga perlu untuk melepas regulator gas sebelum bepergian. Hal itu untuk mencegah adanya kebocoran gas yang tidak diketahui. Meskipun bukan menjadi penyebab utama kebakaran, namun gas bocor bisa memperparah penyebaran api yang sudah ada. - Hindari Penggunaan Kabel yang Berantakan
Pastikan untuk mengatur kabel listrik dengan rapi dan terhindar dari kondisi yang berantakan. Kabel yang tertekuk, terjepit di bawah perabotan, atau tersembunyi di balik karpet dapat meningkatkan risiko korsleting atau kelebihan beban pada stopkontak. Anda perlu menyusun kabel secara rapi dan menjaga kebersihan area sekitar stopkontak, kita dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran listrik yang disebabkan oleh kondisi kabel yang tidak aman. - Gunakan Kabel dan Stopkontak yang Sesuai
Selain itu, pastikan kabel listrik dan stopkontak yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas daya peralatan yang akan dihubungkan. Penggunaan kabel dan stopkontak yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko overloading, sehingga terlalu banyak arus listrik melewati kabel atau stopkontak, menyebabkan panas berlebih dan potensi terjadinya korsleting atau kebakaran.


